Rote Ndao Terkini
Targetkan 10 Persen Terlibat Pembangunan, Pemkab Rote Ndao Selaraskan Data Tenaga Kerja Miskin
Langkah ini ditargetkan mampu membuka akses kerja bagi warga miskin pada berbagai proyek pembangunan daerah sepanjang 2026.
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyelaraskan data tenaga kerja dari kelompok masyarakat Desil Satu dan Desil Dua untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Langkah ini ditargetkan mampu membuka akses kerja bagi warga miskin pada berbagai proyek pembangunan daerah sepanjang 2026.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat kerja penyelarasan dan optimalisasi data yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperrida) Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang diinisiasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao, Anthonius Banepa, dengan tema strategi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Rapat kerja melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, yakni Baperrida, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).
Baca juga: Cegah Pelanggaran Personel, Propam Polres Rote Ndao Intensifkan Gaktiblin
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Baperrida, Maraden A. Patola, Kepala Dinas Transnaker, Albeniaftes Siokain dan Kepala Bagian PBJ Joni Adu.
Anthonius Banepa menerangkan sinkronisasi data dilakukan secara by name by address guna memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran dan terukur.
"Sinkronisasi data ini menjadi langkah penting agar masyarakat kelompok Desil Satu dapat memperoleh akses pekerjaan pada berbagai proyek pembangunan daerah. Data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah harus saling terhubung dan disesuaikan dengan kebutuhan serta jenis pekerjaan yang tersedia," pungkasnya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan sedikitnya 10 persen tenaga kerja pada pekerjaan fisik tahun 2026 berasal dari kelompok masyarakat Desil Satu dan Desil Dua.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi dengan para kontraktor guna memastikan kebijakan penyerapan tenaga kerja dari kelompok masyarakat miskin dapat diterapkan secara optimal dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
Anthonius menegaskan, optimalisasi data tenaga kerja menjadi fondasi penting dalam pembangunan infrastruktur yang tidak hanya menghasilkan fasilitas publik, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebagai bagian dari proyek perubahan itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga mengembangkan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Hoholok.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mengakomodasi tenaga kerja dari kelompok Desil Satu dan Desil Dua yang telah terdata agar dapat terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Melalui penyelarasan data dan pemanfaatan teknologi tersebut, Anthonius berharap program pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dengan memperluas akses masyarakat miskin terhadap kesempatan kerja dan manfaat pembangunan. (rio)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rapat-proyek-pembangunan-di-Rote-Ndao.jpg)