Manggarai Terkini
Pemkab Manggarai Buka Kembali Akses Wisata Kampung Adat Wae Rebo
Ia juga mengimbau kepada para pengunjung, pemandu wisata, dan pihak terkait lainya untuk selalu pantau cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Pemkab Manggarai membuka kembali aktivitas wisata kampung Adat Wae Rebo
- Kampung Adat Wae Rebo terletak di Desa Wae Rebo, Kecamatan Satarmese Barat
- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut mengatakan, sebelumnya Pemda Manggarai melakukan penutupan sementara demi menjaga keselamatan wisatawan maupun masyarakat di sekitar kawasan wisata budaya tersebut
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, RUTENG -- Setelah beberapa pekan ditutup karena dampak cuaca ekstrim dan terjadi bencana tanah longsor yang memutuskan dan menutup jalur trekking, kini aktivitas menuju obyek wisata kampung Adat Wae Rebo, Desa Wae Rebo, Kecamatan Satarmese Barat kembali dibuka oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Senin 25 Mei 2026.
Aloysius mengatakan, akibat cuaca ekstrem berupa intensitas curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan tanah longsor menutupi area badan jalan sebagai jalur trekking menuju Kampung Adat Wae Rebo, Desa Wae Rebo, Kecamatan Satarmese Barat. Selain itu, hujan secara terus menerus juga membuat jalanan di jalur trekking itu licin.
Karena itu, kata Aloysius, Pemda Manggarai melakukan penutupan sementara demi menjaga keselamatan wisatawan maupun masyarakat di sekitar kawasan wisata budaya tersebut.
Baca juga: Pemkab Manggarai Tutup Sementara Akses ke Kampung Adat Wae Rebo
Kini kata Aloysius, karena kondisi sudah aman, seluruh material longsor sudah ditangani, maka Pemda Manggarai bersama pihak-pihak terkait sudah membuka kembali untuk kunjungan wisatawan ke kampung Adat Wae Rebo.
"Pembukaan kembali ini setelah dilakukan pemantauan kondisi cuaca, pembersihan material longsor di jalur trekking, koordinasi dengan Pemdes Wae Rebo, masyarakat Adat Wae Rebo, serta kelompok sadar wisata serta pihak terkait lainnya,"terang Aloysius.
Aloysius menegaskan Pemda Manggarai melalui Dinas Parbud Kabupaten Manggarai tetap memprioritaskan utama terkait keselamatan dan keamanan bagi para wisatawan ke kampung Adat Wae Rebo.
Aloysius juga mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada masyarakat Adat Wae Rebo, pemandu wisata, pelaku usaha wisata serta pihak-pihak terkait lainya yang telah melakukan evakuasi pengunjung, pembersih material longsor di jalur trekking, sehingga aktivitas kunjungan wisatawan ke obyek wisata itu kembali berjalan normal.
Meski demikian, Aloysius mengatakan, dengan melihat kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, maka pihaknya mengimbau kepada seluruh wisatawan, pelaku wisata agar tetap meningkatan kewaspadaan serta mematuhi seluruh ketentuan keselamatan selama melaksanakan aktifitas perjalanan wisata ke destinasi wisata Wae Rebo.
Ia juga mengimbau kepada para pengunjung, pemandu wisata, dan pihak terkait lainya untuk selalu pantau cuaca sebelum melakukan perjalanan.
"Utamakan faktor keselamatan dengan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca buruk," ujarnya.
Selain itu, menggunakan jasa pemandu lokal, serta mengikuti arahan petugas dan masyarakat setempat, menjaga kebersihan kawasan destinasi wisata, dan menghormati nilai dan adat-isti adat setempat, dan memastikan kondisi fisik prima sebab jalur trekking sedikit ekstrim dan kuras fisik.
"Pemkab Manggarai melalui Dinas Parbud akan terus memantau dan koordinasi secara berkala demi memastikan aktivitas pariwisata berjalan aman, lancar dan berkelanjutan," pungkasnya. (rob)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Alo-Jebarut.jpg)