Rabu, 20 Mei 2026

Manggarai Terkini

Irigasi Wae Mau 2 Rusak, 652 Hektar Lahan Sawah Milik Warga Dua Desa Terancam

Saluran irigasi induk bendungan Wae Mau 2, di Desa Halilintir, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai rusak

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOK WARGA
MONITORING- Anggota DPRD Manggarai Agustinus Nancung,sedang monitoring kerusakan Bendungan Wae Mau 2 Desa Hilihintir, Kecamatan Satar Mese Barat pada Senin 18 Mei 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Saluran irigasi induk bendungan Wae Mau 2 di Desa Halilintir Kabupaten Manggarai rusak
  • Dampak ikutannya sekitar 652,32 hektar lahan sawah milik warga di dua desa  terancam tidak bisa digarap
  • Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Agustinus Nancung

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG- Saluran irigasi induk bendungan Wae Mau 2, di Desa Halilintir, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai rusak.

Dampak ikutannya sekitar 652,32 hektar lahan sawah milik warga di dua desa yakni Desa Hilihintir dan Desa Cambir Leca, terancam tidak bisa digarap.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Agustinus Nancung, kepada POS-KUPANG.COM pada Senin 18 Mei 2026.

Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Manggarai itu, mengatakan, ia sudah turun untuk memonitoring langsung Bendungan Wae Mau 2. 

Baca juga: Dua Bendungan di Magepanda Sikka Meluap, Tanaman Padi Siap Panen Terendam 

Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Manggarai itu mengatakan, ia menemukan banyak material yang menumpuk di mulut bendungan yang dibangun sejak 30 tahun lalu itu sehingga menghambat kelancaran aliran air. 

"Saluran irigasi dari bendungan itu dalamnya sekitar 3 meter tapi kondisi sekarang cuman 30 sampai 40 cm saja, itu karena banyak material berupa batu dan pasir yang menumpuk dalam saluran irigasi sepanjang sekitar 900 meter, sehingga debit air sangat kurang karena kondisi selokan yang penuh dengan material," ujarnya.

Dengan kondisi ini, lanjut Agustinus, sekitar 652,32 hektar di dua wilayah desa yaitu desa Hilihintir dan Sambir Leca terancam menjadi korban. 

Para petani atau warga terancam tidak bisa menggarap lahan persawahan padi menjadi sumber hidup mereka lagi karena ketiadaan air. 

"Kondisi kerusakan berupa saluran irigasi tertimbun material ini sudah lama dan sudah berulang kali. Selama ini penanganan sistem gotong-royong dan swadaya masyarakat, namun kini kondisinya semakin rusak berat sehingga butuh rehabilitasi dari pihak terkalt," ujarnya. 

Baca juga: Dinas PUPR Manggarai Timur Tinjau Kerusakan Irigasi Wae Laku di Mondo

Agustinus meminta agar pihak terkait, dalam hal ini Dinas PUPR Provinsi NTT, segera melakukan rehabilitasi kembali terhadap bendungan tersebut karena kondisinya sudah sangat memrihatinkan. 

"Bendungan ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya para petani. Karena itu perlu perhatian serius dari pemerintah agar fungsi bendungan tetap berjalan dengan baik,"ujarnya.

Kepala Desa Hilihintir, Adrianus Sanu, menyampaikan terima kasih kepada Anggota DPRD Fraksi PKB Dapil II Satarmese yang telah turun langsung melakukan monitoring langsung kondisi bendungan dan saluran irigasi Wae Mau 2. 

Ia berharap kondisi Bendungan Wae Mau 2 segera mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga kebutuhan air masyarakat tetap terjamin dan aktivitas pertanian warga tidak terganggu. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved