Sabtu, 16 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Jalan Sore Jadi Gaya Hidup Sehat Warga di Kota Waingapu

Yohan, salah seorang warga yang ditemui, mengatakan, aktivitas itu baru ia tekuni dalam beberapa minggu terakhir.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
JALAN SORE - Yohan (27), salah satu warga di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT memilih gaya hidup sehat dengan berjalan sore di sepanjang Jalan Soeharto, Kamis (14/5/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Gaya hidup sehat dengan berjalan sore kini menjadi pilihan sejumlah warga di Kota Waingapu, Sumba Timur, NTT.

Sepanjang hari dalam seminggu, jika waktu menunjukkan pukul 15.00 Wita, tidak sedikit warga berjalan pelan atau berlari kecil di sepanjang jalan. Dari usia anak sampai usia lanjut.

Pantauan POS-KUPANG.COM, pusat ruang terbuka hijau atau jalan yang menjadi pilihan untuk olahraga sendiri maupun berkelompok itu ada di Jalan Jenderal Soeharto dan Jalan Soekarno, tepatnya di sekitar Lapangan Pahlawan Waingapu.

Yohan, salah seorang warga yang ditemui, mengatakan, aktivitas itu baru ia tekuni dalam beberapa minggu terakhir.

Baca juga: Bupati Sumba Timur Bahas Pengembangan Rumput Laut dengan ILO Indonesia

Ia berjalan sore jika memiliki waktu luang. Sebelumnya, ia lebih memilih olahraga badminton.

“Olahraga selama ini badminton, itu pun jarang,” katanya pada Kamis (14/5/2026).

Yohan adalah seorang pegawai di sebuah bank di Kota Waingapu. Ia dikenal sebagai pekerja yang tekun. 

Setiap hari, ia berangkat kerja sekitar pukul 07.15 Wita dan pulang sekitar pukul 17.00 Wita.

Di tengah rutinitas pekerjaan tersebut, Yohan sering kali tanpa sengaja mengabaikan kesehatannya. Ia jarang memasak makanan untuk dirinya sendiri.

“Minum air juga kurang. Karena sibuk pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Untuk makanan, ia mengaku masih mengonsumsi sayuran hijau seperti daun singkong dan kangkung, juga tempe dan tahu. Namun, makanan tersebut lebih sering ia beli di warung.

Ia juga tidak makan tiga kali sehari. Selain itu, ia kerap mengonsumsi makanan cepat saji.

Kebiasaan makan tersebut membuat Yohan merasa kondisi kesehatannya menurun. 

Suatu waktu, ia memeriksakan diri kepada petugas kesehatan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved