Manggarai Barat Terkini
Wakil Bupati Weng Apresiasi Program FEAST di Manggarai Barat
Program ini dinilai menjadi angin segar bagi sektor pertanian dalam upaya memberdayakan petani lokal secara berkelanjutan.
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, secara resmi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sejumlah konsorsium atas inisiasi dan penerapan program FEAST
- Program ini dinilai menjadi angin segar bagi sektor pertanian dalam upaya memberdayakan petani lokal secara berkelanjutan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, secara resmi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada sejumlah konsorsium atas inisiasi dan penerapan program FEAST (Flores Empowerment For Agriculture Sustainability And Transformation) di wilayah Manggarai Barat.
Program ini dinilai menjadi angin segar bagi sektor pertanian dalam upaya memberdayakan petani lokal secara berkelanjutan.
Apresiasi itu disampaikan Wabup Yulianus dalam sambutanya saat membuka Kegiatan Festival Pangan Lokal, yang digelar di kawasan wisata Gua Batu Cermin, Labuan Bajo, Senin (04/05/2026).
“Atas nama pemerintah saya menyampaikan terima kasih untuk konsorsium yang menginisiasi program ini. Saya kira program ini sudah berjalan baik, dan hasilnya dapat kita saksikan melalui produk yang dipajang di festival ini,” ujar Wabup Yulianus.
Ucapan terima kasih yang sama juga disampaikan oleh Wabup Yulianus kepada para fasilitator yang telah mendampingi para petani di masing-masing desa dampingan.
Meskipun program FEAST dijadwalkan berlangsung hingga Februari 2028, Wakil Bupati Yulianus Weng menaruh harapan besar agar kolaborasi ini tidak berhenti di tengah jalan. Beliau berharap masa pendampingan dapat diperpanjang untuk menyelaraskan dengan visi pembangunan daerah.
“Kami berharap pendampingan terhadap para petani ini tidak hanya sampai tahun 2028, tetapi bisa berlangsung hingga masa kepemimpinan kami berakhir pada tahun 2030,” ujar Wabup Yulianus.
Tidak hanya soal durasi, Wabup Yulianus juga mendorong konsorsium untuk memperluas cakupan wilayah program. Mengingat potensi pertanian yang tersebar luas, ia berharap kesuksesan di lima desa tersebut dapat direplikasi ke seluruh wilayah Manggarai Barat.
“Kami di Manggarai Barat ini memiliki 164 desa. Bila memungkinkan, semua desa ini bisa dijangkau oleh program FEAST. Dengan begitu, transformasi pertanian yang berkelanjutan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat secara merata,” pungkasnya.
Baca juga: MSS English Centre Akan Hadirkan Kompetisi Bahasa Inggris di Labuan Bajo Manggarai Barat
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang sejalan dengan peningkatan kualitas hidup petani, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama penggerak ekonomi di wilayah ujung barat Pulau Flores tersebut.
Festival itu digelar atas dukungan dari DBS Foundation dan Humanis serta sejumlah konsorsium yang selama ini menginisiasi Program FEAST! (Flores Empowerment for Agricultural Sustainability and Transformation).
Sementara itu, Mariana Bere Leba, Project Manager Humanis pada kesempatan yang sama, menjelaskan Program FEAST adalah inisiatif 3 tahun (2025-2028) untuk meningkatkan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan gizi masyarakat di 8 kabupaten di Pulau Flores, NTT, termasuk Manggarai Barat.
Program ini fokus pada pemberdayaan petani melalui Village Champion, dengan target 28.040 penerima manfaat langsung, termasuk 8.000 petani, 20.000 anggota keluarga, dan 40 Village Champion.
Tujuan utamanya adalah untuk mendorong potensi pangan lokal, memperkuat kesehatan fisik, dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan untuk mencegah krisis pangan.
Pendekatan program dilakukan dengan menggunakan Village Champion (pendamping desa) untuk mendampingi petani dalam mengubah sistem pangan lokal menjadi lebih tangguh dan produktif. Adapun mitra utamanya adalah kolaborasi antara DBS Foundation dan Humanis.
Di Kabupaten Manggarai Barat, program FEAST telah menyasar lima desa di tiga kecamatan berbeda sebagai lokus pendampingan. Desa-desa tersebut meliputi : Desa Kempo dan Desa Wae Lolos di Kecamatan Sano Nggoang, Desa Tondong Belang di Kecamatan Mbeliling dan Desa Golo Bilas dan Desa Golo Pongkor di Kecamatan Komodo.
Kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Irene menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang selama ini telah berjalan dengan baik.
Turut hadir pada kegiatan Festival ini pimpinan dari sejumlah OPD, BPOM Manggarai Barat, utusan BOPLBF, perwakilan dari sejumlah NGO, seperti KRKP, ASOPOG, Yayasan KEHATI, YAKINES, Yayasan Alifa, Pamflet Generasi, Rombak Pola Pikir, Prestasi Junior Gemilang Indonesia, RISE Foundation, dan WRI Indonesia.
Festival berlangsung meriah dengan kegiatan keliling booth, live cooking, pojok edukasi, talkshow bersama Bappeda, BPOM, dan Disperindag, serta hiburan tari-tarian dan musik lokal. (moa)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| MSS English Centre Akan Hadirkan Kompetisi Bahasa Inggris di Labuan Bajo Manggarai Barat |
|
|---|
| Karyawan Honorer di Lembor Manggarai Barat Ditangkap, Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur |
|
|---|
| Hari Buruh di Labuan Bajo, PLN Pastikan Garda Terdepan Bekerja dengan Aman |
|
|---|
| Penyidik Bareskrim Polri Mulai Periksa Haji Ramang dan Muhamad Syair |
|
|---|
| Edistasius Endi Dorong Generasi Muda di Manggarai Barat Terlibat di Sektor Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Manggarai-Barat-dr-Yulianus-Weng-jas-biru.jpg)