Manggarai Barat Terkini
Pemkab Manggarai Barat Gelorakan GENTING Bagi Keluarga Berisiko Stunting
Sebagaimana data SSGI, pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Barat ada di angka 24,4 persen.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serius melakukan intervensi terhadap keluarga yang terdata berisiko stunting.
Salah satu intervensinya adalah dengan menggelorakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Keseriusan itu menjadi komitmen bersama yang terungkap pada kegiatan Rapat Lintas Sektor Tingkat Kabupaten Manggarai Barat terkait Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang berlangsung di Aula Kantor BAPPEDA, Kamis (23/04/2026).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Manggarai Barat, Rafael Guntur yang memimpin Rakor itu menjelaskan bahwa GENTING merupakan program gotong royong yang diinisiasi oleh BKKBN, yang diluncurkan untuk mempercepat penurunan stunting.
Baca juga: PSSI Manggarai Barat Dukung Kompetisi Sepak Bola di Manggarai Barat
“Program ini melibatkan masyarakat, swasta, dan instansi sebagai orang tua asuh untuk memberikan bantuan nutrisi, pendampingan, serta perbaikan fasilitas sanitasi (non-nutrisi) kepada keluarga berisiko stunting.
Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat bebas stunting, terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sedangkan yang menjad sasaran adalah Ibu hamil, ibu menyusui, bayi/balita (0-59 bulan), dan keluarga berisiko stunting.
Adapun bentuk bantuan yang hendak diberikan adalah berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta intervensi non-nutrisi seperti bedah rumah, pembangunan jamban, dan akses air bersih.
Para pihak yang diharapkan bisa terlibat dalam gerakan ini bisa individu, organisasi, perusahaan (BUMN/BUMD/swasta), lembaga pendidikan, dan atau pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap generasi masa depan.
“Sebab GENTING ini adalah bagian dari dukungan kita dalam mengimplementasikan Asta Cita Presiden, utamanya peningkatan sumber daya manusia,” ujar Kadis Rafael.
Dilanjutkanya bahwa GENTING ini hampir sama dengan ABAS (Ayah dan Ibu Anak Stunting). Yang membedakanya adalah sasaran. Jika ABAS sasaranya adalah anak Stunting, maka GENTING sasasaranya adalah keluarga yang berisiko stunting.
Untuk tingkat Kabupaten Manggarai Barat, keberadaan GENTING ini sudah perkuat dengan SK Bupati, Nomor : 287/Kep/HK/2025 tentang Pembentukan Tim Pengendali GENTING.
Diakui Kadis Rafael bahwa di Kabupaten Manggarai Barat, ada 1.183 keluarga yang telah terdata memiliki resiko stunting. Keluarga sebanyak itu tersebar di hampir semua kecamatan. Yang terbanyak ada di wilayah kecematan Komodo, yakni sebanyak 155 keluarga. Sisanya tersebar di semua kecamatan.
Kadis Rafael menegaskan bahwa keluarga yang berisiko stunting itulah yang akan menjadi sasaran GENTING, untuk diintervensi. Sebab jika tidak diintervensi, maka mereka akan berpotensi menyumbang peningkatan angka prevalensi stunting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Program-GENTING-di-Mabar.jpg)