Senin, 20 April 2026

Manggarai Timur Terkini

Warga Pantura Manggarai Timur Bakal Surati Prabowo Laporkan Hal Penting Ini 

Warga pantai utara (Pantura) di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur akan menyurati Prabowo

POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Anggota DPRD Manggarai Timur Nurkholis sedang memberikan keterangan, Jumat 10 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Warga pantai utara (Pantura) di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan Kecamatan Lamba Leda Utara, di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), akan menyurati Presiden Prabowo.
  • Hal ini terkait dengan kondisi pesisir sepanjang Pantura yang sering mengalami abrasi pantai. 
  • Anggota DPRD Matim, Nurkholis, menjelaskan, di wilayah sepanjang garis pantai di wilayah Pantura mulai dari Sambi Rampas sampai di Lamba Leda Utara dampak abrasi sudah sangat mengkhawatirkan warga setempat. 
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG – Warga pantai utara (Pantura) di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan Kecamatan Lamba Leda Utara, di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), akan menyurati Presiden Prabowo.

Hal ini terkait dengan kondisi pesisir sepanjang Pantura yang sering mengalami abrasi pantai. 

Anggota DPRD Matim, Nurkholis, mewakili masyarakat Pantura yang terdampak abrasi itu menjelaskan, di wilayah sepanjang garis pantai di wilayah Pantura mulai dari Sambi Rampas sampai di Lamba Leda Utara dampak abrasi sudah sangat mengkhawatirkan atau meresahkan bagi warga setempat. 

Menurut Nurkholis, dampak abrasi ini telah memberikan kerugian besar bagi masyarakat di wilayah pesisir sepanjang garis pantai itu.

Nurkholis mengatakan hingga saat ini sudah ada ratusan rumah, puluhan hektar lahan, dan tanaman milik warga yang hilang akibat abrasi. Termasuk infrastruktur publik seperti sekolah, rumah ibadah dan lain sebagainya yang rusak. 

Nurkholis mengeaskan, abrasi pantai itu memberikan kerugian besar bagi warga yang ada di sepanjang pesisir pantai utara, setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir ini.  

Nurkholis menyebut daratan yang terkikis dampak abrasi itu sudah sekitar 50 meter . 

"Ini sudah menghilangkan sekian ratus rumah, sekian puluh hektar lahan-lahan warga yang produktif. Ini tentu sangat memberikan kerugian yang besar bagi warga sekitar," ujar Nurkholis.

Kejadian abrasi pantai itu sudah sering disampaikan pada setiap tahun terhadap Pemerintah Daerah maupun melalui DPRD sebagai wakil rakyat, namun kondisi keuangan APBD terbatas. 

Dengan melihat keterbatasan fisikal dari Pemda Matim, kata Nurkholis, masyarakat Pantura akan melaporkan atau menyurati Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto. 

"Karena penanganan abrasi ini cukup sulit dengan menggunakan APBD sebab sangat kecil. Sehingga kami sangat berharap perhatian dan penangan cepat oleh pemerintah pusat baik melalui Balai maupun Kementerian PUPR, karena jika dalam kurun waktu 2 atau 3 tahun ke depan maka ancaman kerusakan akan lebih besar dampak dari abrasi ini," kata Nurkholis. (rob)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved