Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Belu Terkini

Warga Perbatasan Serahkan Dua Senjata Rakitan ke Satgas Yonarmed 12 Kostrad

Penyerahan dua pucuk senjata rakitan tersebut dilakukan oleh NA (65), warga setempat, dan diterima langsung oleh personel Satgas di Pos Asumanu

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
SERAHKAN SENJATA- Seorang warga Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, secara sukarela menyerahkan dua pucuk senjata rakitan kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Asumanu, sebagai bentuk kesadaran menjaga keamanan wilayah perbatasan. 
Ringkasan Berita:
  • Seorang warga Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, secara sukarela menyerahkan dua pucuk senjata rakitan
  • Penyerahan dilakukan kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Asumanu
  • Langkah tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA -Seorang warga Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, secara sukarela menyerahkan dua pucuk senjata rakitan kepada Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melalui Pos Asumanu, sebagai bentuk kesadaran menjaga keamanan wilayah perbatasan.

Penyerahan dua pucuk senjata rakitan tersebut dilakukan oleh NA (65), warga setempat, dan diterima langsung oleh personel Satgas di Pos Asumanu.

Komandan Pos (Danpos) Asumanu, Serma Ambo Tenri, dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026) menjelaskan penyerahan senjata dilakukan secara sukarela oleh warga setelah mendapatkan pendekatan persuasif dari personel Satgas.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil dari pembinaan teritorial yang dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi sosial serta keterlibatan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah binaan.

Baca juga: Warga Perbatasan Timor Leste Serahkan Springfield ke Satgas Pamtas

“Penyerahan ini dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan yang baik antara Satgas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan.

Dengan adanya kedekatan tersebut, warga tidak ragu untuk berkoordinasi maupun menyerahkan barang berbahaya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan senjata yang diserahkan merupakan peninggalan lama dari masa konflik dan selama ini disimpan oleh pihak keluarga.

Baca juga: Satgas BAIS TNI Gagalkan Penyelundupan 10 Jeriken BBM Subsidi di Desa Napan Perbatasan RI-RDTL

Setelah diberikan pemahaman terkait risiko serta aspek hukum kepemilikan senjata ilegal, warga akhirnya memutuskan untuk menyerahkan senjata tersebut kepada pihak Satgas.

Serma Ambo Tenri menegaskan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kami selalu mengedepankan komunikasi yang baik dan pendekatan secara kekeluargaan kepada masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan dapat terbangun dan masyarakat merasa aman untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat di wilayah perbatasan untuk terus berpartisipasi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di kawasan perbatasan RI-RDTL. (gus) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved