Ngada Terkini
Ratusan Bidan di Ngada Belum Tersertifikasi, IBI Minta Perhatian Serius Pemerintah
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ngada meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan bidan.
Ringkasan Berita:
- IBI Ngada meminta pemerintah daerah meningkatkan kualitas dan kesejahteraan bidan, terutama terkait sertifikasi profesi.
- Ketua IBI menegaskan peran bidan sangat penting dan bekerja tanpa batas waktu, namun belum mendapat perhatian setara profesi lain seperti guru.
- Dari 651 bidan di Ngada, hanya sekitar 10 yang sudah tersertifikasi
- Masih ratusan bidan belum mendapat kesempatan pendidikan profesi, dan IBI juga membutuhkan dukungan pemerintah untuk izin belajar serta pengadaan sekretariat.
POS-KUPANG.COM, BAJAWA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ngada meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan bidan, terutama dalam hal sertifikasi profesi.
Ketua IBI Ngada, Petronela Dula, SST., M.Kes, mengungkapkan hal tersebut saat kegiatan Konfercab IBi di Bajawa, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, peran bidan sangat vital karena bekerja tanpa mengenal waktu, namun hingga kini belum mendapatkan perhatian setara dengan profesi lain seperti guru.
“Peran bidan ini sama seperti guru, bahkan kami bekerja sepanjang waktu (all time). Namun sampai saat ini masih ada perbedaan, terutama dalam hal sertifikasi. Kami berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan hal ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total 651 bidan di Kabupaten Ngada, baru sebagian kecil yang telah memiliki sertifikasi sesuai amanat undang-undang.
“Dari 651 bidan, baru sekitar 10 orang yang memiliki sertifikasi. Saat ini ada sekitar 60 orang yang sedang mengikuti pendidikan profesi,” jelasnya.
Sementara itu, masih terdapat ratusan bidan yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan profesi.
“Masih ada sekitar 620 bidan yang belum mengikuti pendidikan profesi. Kami berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban kami, khususnya melalui pemberian izin belajar,” tambahnya.
Selain itu, IBI Ngada juga masih berupaya memiliki sekretariat sendiri guna menunjang aktivitas organisasi dan peningkatan kapasitas bidan.
“Kami juga masih berusaha untuk pengadaan tanah bagi sekretariat. Kantor ini sangat penting untuk mendukung aktivitas organisasi serta pelatihan bagi para bidan,” tutupnya. (cha)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ratusan-Bidan-di-Ngada-Belum-Tersertifikasi-IBI-Minta-Perhatian-Serius-Pemerintah.jpg)