Paskah 2026
Umat Katolik Larut dalam Perayaan Sabtu Santo di Kuasi Paroki St. Vinsensius Nonohonis
Umat Katolik Larut dalam Perayaan Sabtu Santo di Kuasi St. Vinsensius Nonohonis Kevikepan Timor Tengah Selatan, Sabtu (4/4/2026).
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok
POS-KUPANG.COM, SOE - Menuntaskan Tri hari Suci sebagai tradisi perayaan Paskah, Umat Katolik di Kuasi Paroki St. Vinsensius Nonohonis, Kevikepan Timor Tengah Selatan, Keuskupan Agung Kupang, larut dalam perayaan Sabtu Aleluya atau Ssabtu Santo.
Perayaan Misa Sabtu Aleluya atau juga dikenal Sabtu Sabto atau Sabtu Suci ini terjadi pada Sabtu (4/4/2026) dimulai pukul 18.30 wita.
Semua umat mengikuti prosesi hingga selesai, mulai dari liturgi cahaya yang dilakukan dihalaman gereja, kemudian liturgi sabda, liturgi pembaptisan, Ekaristi, hingga penutup di dalam gereja.
Dalam homilinya Romo Ade Udjan, Pr., menyampaikan bahwa malam ini istimewa, dimana malam Paskah menjadi malam untuk mengenang peristiwa terang mengalahkan kegelapan, kehidupan mengalahkan kematian.
Baca juga: Pesan Paskah 2026, Ketua Majelis Jemaat GMIT Polycarpus Atambua Ajak Umat Doakan Perdamaian Dunia
"Benang merah dari semua bacaan yang kurang lebih ada tujuh kitab suci ini harusnya muncul di benak kita, bahwa ada gambaran penting yang ingin ditunjukkan bahwa Allah sunggu sangat setia," jelasnya.
Romo Ade melanjutkan bahwa sejak awal Allah memberikan label istimewa kepada manusia. Mulai dari Ia menjadikan alam ini, Allah hanya berbicara saja dan semua baik. Namun saat menciptakan manusia, Ia sendiri yang membuat dan meramu manusia itu. Inilah yang istimewa karena Ia melabeli manusia secitra dengannya. Allah begitu mencintai manusia.
"Namun justru karena manusia secitra dengan Allah sendiri, ciptaan yang istimewa ini sangat kurang ajar. Semua alam dan isinya ini Ia berikan kepada manusia, namun keangkuhan dan kesombongan manusia malah jatuh dalam dosa," urainya.
Melanjutkan homilinya, Romo menegaskan bahwa Allah tak pernah putus asa. Allah merancang keselamatan baru kepada manusia dimana keselamatan itu yang paripurna.
Baca juga: Pesan Paskah Nasional GAMKI oleh Gibran Rakabuming, Pentingnya Peran Pemuda Jaga Kerukunan Umat
"Manusia melawan musa, otak kaco balo. Betapa jahatnya kita manusia. Sampai Putra Allah pun kita bunuh. Allah mengubah konsep keselamatan. Konsep baru dimana Ia mengangkat manusia dari gelap menjadi keselamatan. Ia rela putra-Nya masuk kedalam tanah. Itu cara yang Ia mau menunjukkan bahwa keselamatan yang dibawah putra-Nya melalui kebangkitan yang mulia," jelasnya.
Wujud kebangkitan ditandai dengan batu terguling. Batu yg terguling ini mengartikan bahwa batupun akan pindah jika allah menghendaki. Batu menjadi simbol kejahatan kita, keangkuhan, kesombongan, ketidak cocoknya. Tuhan bangkit menghalaukan.
"Yesus bangkit lalu katakan salam Damai. Maka kita yang merayakan paskah harus juga membagikan salam damai kepadaa sesama. Kita harus saling memaafkan khusus bagi bertengkar
haruslah berdamai," jelasnya.
Romo Ade menutup homilinya dengan mengajak seluruh umat untuk memberi maaf, pengampunan, serta menjadi pembawa Damai bagi sesama.
"Mari kita juga memberikan maaf, pengampunan, kepada keluarga, kerabat, dan sahabat. Berdamai dengan sesama. Paskah itu Salom bagi kita semua, mari kita memberikan diri yang baik, biarlah Kristus juga bangkit dalam keluarga, tempat kerja. Jadi pembawa Damai bagi orang lain karena Kristus telah lebih dahulu bangkit dalam hati kita," tutupnya.
Baca juga: Pesan Paskah Pater John Puri Udjan, Kebangkitan Yesus Beri Harapan Bagi Manusia
Ia mengakhiri misa dengan mendorong umat untuk mendukung semua program DPK dan panitia Paskah yaitu perlombaan yang sedang berlangsung hingga Senin (6/4/2026).
Usai misa, semua umat larut dalam sukacita. Saling cium hidung, memberi diri untuk berbagi sukacita Paskah kepada sesama umat. Romo mengajak semuanya untuk rukun dalam satu keluarga besar Kuasi St. Vinsensius Nonohonis. (any)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Perarakan-lilin-Paskah-di-Kuasi-St-Vinsensius-Nonohonis-Sabtu-442026.jpg)