Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026

Manggarai Barat Terkini

Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi Tegaskan Kinerja ASN Harus Berbasis Data, Seperti Apa?

Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, memberi penegasan agar revolusi budaya kerja dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN)

Tayang:
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/HO.PROKOPIM MABAR
MANGGARAI BARAT - Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi sedang memberikan arahan di Halaman Kantor Bupati Manggarai Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memberi penegasan agar revolusi budaya kerja dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Manggarai Barat harus dimulai dengan berbasis data. 
  • Menurut politisi NasDem itu, data jangan sampai hanya angka diatas kertas. Sebab, data akan menjadi tolok ukur dalam pengambilan kebijakan.
  • Bupati yang akrab disapa Edi Endi ini  menegaskan bahwa zaman bekerja dengan perasaan atau perkiraan sudah berakhir. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi, memberi penegasan agar revolusi budaya kerja dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Mabar harus dimulai dengan berbasis data. 

Hal ini ditekankan oleh Edi Endi, panggilan akrab Edistasius Endi, pada apel pagi di halaman kantor Bupati Mabar, Jalan Frans Lega, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Senin (30/3). 

Menurut politisi NasDem itu, data jangan sampai hanya angka diatas kertas. Sebab, data akan menjadi tolok ukur dalam pengambilan kebijakan.

Edi Endi menegaskan bahwa zaman bekerja dengan perasaan atau perkiraan sudah berakhir.  Di era digital ini, akurasi data adalah harga mati bagi setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Edi Endi  menyoroti sebuah realita pahit yang selama ini menghambat kemajuan. Ia menyebutkan bahwa kelemahan data bukan karena ketiadaan informasi, melainkan karena ego sektoral.

“Data itu ada, tapi tanpa koordinasi dan kemauan yang kuat dari masing-masing pihak, data tersebut tidak akan terinput secara maksimal. Selama ini kita lemah di sini,” tegasnya di hadapan para staf.

Bagi Edi Endi, data yang berserakan tidak akan menjadi informasi yang berguna jika tidak disatukan dalam satu sistem yang terintegrasi. Ia menyebut data di sektor pariwisata sebagai salah satu contoh.

Sebagai gerbang pariwisata premium, Manggarai Barat dituntut memiliki sistem pendataan yang presisi. Edi Endi  menaruh perhatian khusus pada sektor ini. Ia menginstruksikan agar setiap wisatawan yang datang didata secara rinc, by name, by address.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Dengan data individu yang jelas, pemerintah bisa memantau pergerakan wisatawan secara akurat dan yang terpenting adalah memutus rantai permainan harga oleh oknum di lapangan. 

Transparansi data menjadi benteng pelindung bagi citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia. Transformasi ini juga menyentuh sektor kesehatan. 

Edi Endi  menegaskan bahwa pola lama harus segera ditinggalkan. Sistem utamanya adalah berbasis data individu yang lengkap dan digital. Sedangkan pencatatan manual hanya sebagai alat bantu atau cadangan.

"Pengambilan kebijakan publik, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti kesehatan, tidak boleh meleset hanya karena salah input atau hilangnya berkas fisik," katanya.

Penegasan Edi Endi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Mabar tengah bertransisi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan akuntabel.  Dengan data yang akurat, setiap kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Tidak hanya soal data, Edi Endi juga memberikan instruksi tegas terkait manajemen internal pemerintahan. Ia memerintahkan setiap pimpinan OPD untuk memberdayakan staf secara berjenjang, mulai dari bidang, seksi, hingga petugas teknis.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved