Jumat, 10 April 2026

Paskah 2026

Pawai Obor Perdamaian Warnai Perayaan Paskah Pemuda GMIT di Belu

Bupati Willybrodus Lay menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
FESTIVAL OBOR- Pelaksanaan Festival Obor Perdamaian yang digelar Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah 2026 di Kota Atambua. Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di halaman Gereja GMIT Anugerah Atambua dan diikuti oleh para pemuda serta jemaat yang membawa obor sebagai simbol pesan perdamaian dan persaudaraan. Sabtu (28/3/2026). 
Ringkasan Berita:

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur 

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Pemerintah Kabupaten Belu mendukung pelaksanaan Festival Obor Perdamaian yang digelar Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebagai bagian dari rangkaian perayaan Paskah 2026 di Kota Atambua. Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH di halaman Gereja GMIT Anugerah Atambua dan diikuti oleh para pemuda serta jemaat yang membawa obor sebagai simbol pesan perdamaian dan persaudaraan.

Bupati Willybrodus Lay menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. 

Ia menilai festival ini menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat perbatasan.

Baca juga: Masa Penahanan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Persetubuhan di Belu Diperpanjang 40 Hari

Menurutnya, nama Belu yang memiliki arti “sahabat” mencerminkan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan, keramahan, dan sikap saling menghargai dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengajak umat untuk menjadikan perayaan Paskah sebagai momentum refleksi iman atas pengorbanan Yesus Kristus, serta menghidupi nilai kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati berharap obor perdamaian yang dinyalakan dalam festival tersebut dapat menjadi simbol terang kasih yang terus menyala di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, gereja, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta kondusivitas wilayah.

Rangkaian kegiatan Festival Obor Perdamaian melibatkan generasi muda GMIT dengan sejumlah agenda, antara lain prosesi penyalaan obor perdamaian, prosesi Galilea, perayaan Paskah, serta pawai obor yang melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Atambua.

Ketua Klasis GMIT Belu, Pdt. Para Mengi Uly, M.Th mengatakan pawai obor tersebut merupakan simbol perdamaian dan semangat kekeluargaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membawa pesan damai dari wilayah perbatasan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.(gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved