Kupang Terkini
Prof Reinner Ishaq Lerrick: Jauhi Perpecahan
Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Lanud El Tari Kupang untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3) pagi.
Ringkasan Berita:
- Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Lanud El Tari Kupang untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3) pagi. Ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
- Bertindak sebagai khatib, Prof. Reinner Ishaq Lerrick, M.Sc., S.Si., Ph.D., menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, menumbuhkan kejujuran, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai buah dari pendidikan spiritual selama bulan Ramadan.
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Ribuan umat Muslim memadati Lapangan Lanud El Tari Kupang untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3) pagi. Ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.
Bertindak sebagai khatib, Prof. Reinner Ishaq Lerrick, M.Sc., S.Si., Ph.D., menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, menumbuhkan kejujuran, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai buah dari pendidikan spiritual selama bulan Ramadan.
Dalam pesannya, Reinner Ishaq Lerrick mengingatkan bahwa Ramadan telah menjadi momentum yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia, baik saat memulai maupun mengakhiri ibadah puasa.
“Ramadan mengajarkan kita bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dengan persatuan, sesuatu yang berat bisa menjadi ringan, bahkan berubah menjadi berkah,” ujar Reinner Ishaq Lerrick di hadapan jemaah.
Reinner Ishaq Lerrick juga menegaskan pentingnya menjauhi perpecahan serta menghidupkan semangat tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai kejujuran yang dilatih selama berpuasa harus terus dijaga, karena puasa mendidik setiap individu untuk jujur, bahkan dalam hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.
“Puasa mengajarkan kita jujur kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ini adalah fondasi penting dalam membangun kehidupan yang berintegritas,” tegas Reinner Ishaq Lerrick.
Lebih lanjut, Reinner Ishaq Lerrick menyoroti makna sosial dari ibadah puasa. Menurutnya, rasa lapar dan haus yang dirasakan selama Ramadan menjadi sarana untuk menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk peduli. Apa yang kita rasakan selama berpuasa adalah gambaran dari kehidupan saudara-saudara kita yang kekurangan,” tambah Reinner Ishaq Lerrick.
Sementara itu, Komandan Lanud El Tari, Marsekal Pertama TNI Somad, S.I.P., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Sholat Idul Fitri yang berjalan dengan lancar dan penuh hikmat.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Sholat Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar. Jumlah jemaah yang hadir diperkirakan mencapai dua ribu orang dari berbagai wilayah di Kota Kupang,” ungkapnya.
Di Labuan Bajo, Manggarai Barat, umat Muslim menggelar sholat Ied di Waterfront area, Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Ribuan umat memadati lokasi dan melakukan sholat ied dengan khidmat.
Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Manggarai Barat, Abdul Hamid menyampaikan momentum Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi adalah saat yang sangat mulia untuk kembali kepada fitrah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurut Abdul Hamid, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih sabar, jujur, dan peduli terhadap sesama.
"Idul Fitri juga menjadi ruang untuk saling memaafkan, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan, khususnya di Manggarai Barat yang kita cintai bersama. Semangat gotong royong, toleransi, dan kedamaian harus terus kita jaga sebagai bagian dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ujar Abdul Hamid.
Fitrah, seorang muslimah yang ditemui di lokasi menuturkan bahwa Idul Fitri ini sangat berarti untuk dirinya memulihkan kembali niat dan semua yang ingin dicapai kedepannya. Sekaligus momen untuk kembali membina diri bersama sesama, manakala ada sifat yang salah di hari yang lalu.
Di Atambua, Sholat Idul Fitri dilaksanakan di pelataran umum Simpang Lima Atambua, Kabupaten Belu. Sholat Idul Fitri tersebut dipimpin Ustadz Riski Abdillah, dengan khatib Ustadz Dr. Muhammad Erfin Beddu, serta dihadiri ribuan umat muslim.
Pantauan Pos Kupang, sejumlah mahasiswa Katolik dari Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santo Petrus Keuskupan Atambua turut ambil bagian dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Belu.
Dalam khutbahnya, Khatib Dr. Muhammad Erfin Beddu mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
“Jangan tunda untuk kembali kepada Allah. Betapapun besar dosa kita, rahmat Allah jauh lebih luas. Hari ini adalah kesempatan untuk membersihkan hati dan memulai kembali dengan penuh harapan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan merajut kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang akibat kesalahpahaman maupun ego.
“Sering kali kita mudah tersenyum kepada orang lain, namun justru menjaga jarak dengan saudara sendiri. Jangan biarkan ego memutuskan ikatan darah. Mulailah dari diri kita, meski hanya dengan satu kata sederhana: maaf,” katanya.
Sholat Depan Gereja
Ribuan umat muslim di Maumere juga merayakan sholat ied di Lapangan Kota Baru, Maumere. Lokasi tersebut terletak tepat di depan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kalvari Maumere.
Sejak fajar menyingsing, gema takbir yang bersahutan tepat di depan GMIT Kalvari Maumere mengiringi langkah ribuan jemaah untuk mengisi barisan dalam shalat berjamah guna menunaikan ibadah dengan khidmat.
Pantauan Pos Kupang di lokasi, suasana ibadah didukung cuaca cerah berawan yang menyelimuti wilayah Maumere. Hal ini membuat ribuan jemaah dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan lancar hingga akhir.
Bertindak sebagai imam shalat adalah Ustadz Ahmad Shale, sementara Ustadz Al-Amin menyampaikan khutbah yang menyentuh hati.
Dalam khutbahnya yang bertajuk "Air Mata Fitri: Pesan Langit untuk Berbakti Sebelum Terlambat", Ustadz Al-Amin mengajak jemaah untuk merenungi makna kemenangan sekaligus perpisahan dengan bulan Ramadhan.
Ia menekankan bahwa esensi Idul Fitri bukan sekadar kegembiraan, melainkan momentum untuk bertaubat dan memperbaiki hubungan dengan sesama, terutama orang tua.
"Banyak orang mencari surga hingga mengelilingi dunia, padahal surga begitu dekat, ia ada di rumah kita, pada ibu dan bapak kita," ujar Ustadz Al-Amin di hadapan ribuan jemaah.
Usai ibadah sholat dan khutbah berakhir, suasana haru menyelimuti lapangan. Ribuan jemaah tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebelum membubarkan diri dengan tertib.
Ketua Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sikka, Muhamad Daeng Bakri, memperkirakan jumlah jemaah yang hadir mencapai 3.000 hingga 4.000 orang.
Ia menyampaikan rasa syukur atas antusiasme warga yang telah berjuang menahan diri selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. "Ini adalah hari kemenangan, renungan jiwa bagi kita semua agar kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki kesalahan antarsesama," ungkap Daeng Bakri.
Namun, ia juga memberikan catatan terkait kehadiran unsur pimpinan daerah Kabupaten Sikka pada momen besar ini.
"Kami menghendaki kehadiran bapak bupati dan tokoh-tokoh penting daerah lainnya untuk melihat langsung warganya di Sikka. Harapan kami adalah gerakan hati untuk kebaikan bersama, apalagi sekarang situasi sudah normal tanpa pandemi," tambahnya. (gus/nov/awk/moa)
Ajak Umat Bersihkan Hati
Ustaz Rohullah Ismail, Pengkhotbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Waingapu, Sumba Timur, mengajak umat Muslim untuk bersihkan hati setelah Ramadan.
Menurut Ustaz Rohullah Ismail, dalam khotbahnya yang dihadiri ribuan umat Muslim di Sumba Timur itu, kebersihan hati adalah kekuatan utama dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan, bermartabat serta menguatkan persaudaraan sesama anak bangsa.
“Hati yang bersih mendorong perilaku yang positif dan hati yang mulia untuk berkomitmen membangun negeri tanpa korupsi, perpecahan dan disintegrasi sesama anak bangsa,” kata Ustaz Rohullah Ismail pada Sabtu (21/3).
Ustaz Rohullah Ismail melanjutkan, hati yang bersih juga akan mendorong persaudaraan seiman dan terhadap sesama manusia, tanpa saling membedakan antara suku, agama, ras, dan golongan.
Selain itu, hati yang bersih juga menghadirkan sikap toleransi dalam bingkai moderasi. Sikap itulah yang nantinya bakal mewujudkan stabilitas politik dan sosial yang terkendali, terutama dalam mencapai cita-cita bangsa.
“Stabilitas politik dan sosial yang terkendali, terbangunnya sinergitas seluruh stakeholder pemerintah dalam mencapai Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ustaz Rohullah Ismail.
Ustaz Rohullah Ismail pun mengajak umat Muslim untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh keikhlasan dan kejujuran untuk saling memaafkan antar sesama dan saling menyambung silaturahmi.
“Mari dengan keikhlasan dan kejujuran untuk saling memaafkan dan mengampuni kesalahan sesama kita dan mari menyambung silaturahmi,” ajak Ustaz Rohullah Ismail. (dim)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
kupang terkini
POS-KUPANG.COM
Reinner Ishaq Lerrick
Pelabuhan Marina
Abdul Hamid
Ustaz Rohullah Ismail
| Kapolres Kupang: Mintalah Hikmat Dari Tuhan, Pasca Kerusuhan di Kabupaten Kupang |
|
|---|
| Jalur Alternatif Asam Tiga Resmi Dibuka, Akses Masyarakat Kembali Tersambung |
|
|---|
| Kasus Remaja Tenggelam di Nekamese Jadi Peringatan, Polisi Pesan Hal ini ke Setiap Orang Tua |
|
|---|
| Jasad Pria Ditemukan di Sungai Faisani Bikin Warga Fatunaus Geger |
|
|---|
| Datangkan 2.506 Tabung LPG,Pertamina Patra Niaga Pastikan Kebutuhan LPG di Kupang Aman dan Terpenuhi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ribuan-Umat-Muslim-Ikuti-Sholat-Ied-di-Mapolda-NTT.jpg)