Sabtu, 18 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Warga Desa Karuni SBD Minta Pemerintah Aspal Jalan Rusak Menuju Pantai Wisata Mananga Aba

Kerusakan itu mulai depan kampus Unika Waitabula dan beberapa titik lainnya disepanjang ruas jalan raya itu.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
JALAN RUSAK - Warga Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya meminta pemerintah memperbaiki jalan rusak pada ruas jalan raya pertigaaan Karuni menuju pantai Wisata Manga Aba. 
Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Warga Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya meminta pemerintah  memperbaiki beberapa titik jalan raya rusak pada ruas jalan raya pertigaan Karuni  menuju Pantai Wisata Mananga Aba, Sumba Barat Daya.

Di sepanjang jalan raya sejauh kurang lebih 7-8 km itu terdapat beberapa titik aspal jalan raya mengalami kerusakan. 

Kerusakan itu akibat tidak mampu menahan beban berat kendaraan hilir mudik yang  melintas jalur itu, faktor usia dan  tergerus air saat hujan besar tiba.

Kerusakan itu mulai depan kampus Unika Waitabula dan beberapa titik lainnya disepanjang ruas jalan raya itu.

Baca juga: Kabag Ekonomi Setda SBD Sebut Jatah BBM di Setiap SPBU Berbeda

Saat ini, pemerintah sudah menurunkan tanah kancing menutup semua lubang jalan raya yang rusak itu.

Meski demikian, warga berharap pemerintah melanjutkan dengan pengerjaan pengaspalan jalan raya agar tidak cepat rusak.

Masyarakat kuatir timbunan tanah tidak bertahan lama bila hujan besar tiba dipastikan tergerus air.

Ama Yoseph, salah seorang warga yang ditemui saat melintas di jalan raya itu, Selasa 24 Maret 2026 siang mengatakan, kondisi kerusakan jalan raya itu sudah berlangsung selama 2-3 tahun terakhir ini.

Kerusakan terjadi sekitar 3-4 titik saja. Aspal tergerus air meninggalkan lubang menjadi genangan air.

Saat ini pemerintah sudah menimbun tanah menutup semua jalan rusak disepanjang jalan raya itu.walau demikian, ia berharap pemerintah menindaklanjuti dengan melakukan pengaspalan jalan raya rusak tersebut. Dikuatirkan dibiarkan lama maka timbunan tanah pada jalan rusak itu kembali tergerus air bila hujan besar tiba. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved