Malaka Terkini
Deker Ambruk di Jalan Raakfau, Akses Utama Warga di Desa Babulu Lumpuh
Sehingga hal itu menjadi dampak serius bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, sosial, hingga urusan administratif.
Ringkasan Berita:
- Deker di ruas Jalan Raakfau, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka ambruk
- Transportasi tidak bisa melewati ruas jalan tersebut
- Warga masih menantikan respons cepat dari pemerintah daerah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kerusakan infrastruktur kembali menjadi sorotan serius masyarakat di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur.
Kali ini, sebuah deker (gorong-gorong) di ruas Jalan Raakfau, Desa Babulu, Kecamatan Kobalima, dilaporkan ambruk akibat longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa tersebut menyebabkan lumpuhnya akses transportasi warga, mengingat jalan ini merupakan jalur utama yang menjadi penghubung dari Desa Babulu dengan wilayah lainnya.
Sehingga hal itu menjadi dampak serius bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, sosial, hingga urusan administratif.
Baca juga: Polres Malaka dan Wartawan Berbagi Takjil, Pererat Sinergi dan Jaga Kamtibmas Jelang Takbiran
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Struktur deker yang sebelumnya menopang badan jalan kini telah runtuh total, menyisakan lubang besar yang tidak dapat dilalui kendaraan. Tanah di sekitar lokasi terlihat labil, dengan material longsor yang masih menutupi sebagian badan jalan, sehingga memperparah kondisi dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan aman. Bahkan, untuk kendaraan roda dua sekalipun, akses menjadi sangat terbatas dan berisiko tinggi.
Salah satu warga setempat, Siprianus Mauk, pada Senin (23/3/2026), menjelaskan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh bencana alam, yakni longsor yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Deker ini ambruk karena longsor. Ini memang bencana alam, tapi dampaknya sangat besar bagi kami. Jalan ini adalah satu-satunya akses yang kami gunakan setiap hari,” ungkap Siprianus.
Ia menambahkan, sejak ambruknya deker tersebut, aktivitas masyarakat mengalami gangguan signifikan.
Warga yang biasanya melintasi jalan itu untuk menuju pasar maupun pusat kota kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit ditempuh. Bahkan, sebagian warga memilih untuk menunda aktivitas perjalanan mereka.
“Sekarang motor saja susah sekali untuk lewat. Apalagi mobil, sudah tidak bisa sama sekali. Ini sangat menyulitkan kami, terutama yang mau ke pasar atau ke kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Siprianus juga menyoroti pentingnya akses jalan tersebut dalam menunjang kebutuhan administrasi masyarakat desa. Banyak warga yang harus menuju pusat Kota Malaka untuk mengurus dokumen penting seperti kartu keluarga, KTP, dan berbagai keperluan lainnya.
Dengan kondisi jalan yang rusak parah, akses menuju pusat pemerintahan pun menjadi terhambat, sehingga berpotensi menghambat pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/deker-di-Malaka-ambruk.jpg)