Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Hendak Melerai, Pria di Tambolaka Dicekik dan Dipukul hingga Luka

Apes menimpah Jamal Wungo, warga Lede Giring, Desa Radamata Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 13 Maret 2026.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Apolonia Matilde
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
KORBAN - Jamal Wungo, warga Ledegiring, Desa Radamata, Kecamatan Kota Tambolaka, SBD dipukul saat datang untuk melerai perkelahian, Kamis 19 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Jamal Wungo, warga Desa Radamata, Sumba Barat Daya, menjadi korban pengeroyokan saat hendak melerai perkelahian setelah mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya, Yusuf
  • Ia diduga dipukul dan dicekik oleh Ustaz Astatan Abdulrahman bersama dua rekannya, hingga mengalami luka lecet di tangan dan kaki serta telah menjalani visum
  • Jamal bersama Yusuf telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumba Barat Daya dan meminta pelaku diproses hukum secara tegas
 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

 

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Apes menimpah Jamal Wungo, warga Lede Giring, Desa Radamata Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat 21 Maret.

Jalam yang  berniat datang untuk melerai perkelahian akibat teriakan minta tolong Yusuf, tetangganya justru mendapatkan hadiah bogem mentah dari Ustad Astatan Abdulrahman bersama kedua temannya.

Akibat pukulan itu menyebabkan luka lecet pada kaki dan  tangan serta cekikan di leher oleh para pelaku. Ia juga sudah melakukan visum ke rumah sakit.

Dan, secara resmi bersama Yusuf korban pemukulan lainnya melaporkan para pelaku ke Polres Sumba Barat Daya, Jumat 13 Maret 2026 sore. Jamal Wungo juga mengaku sudah diperiksa penyidik Polres Sumba Barat Daya.

Demikian disampaikan Jamal Wungo kepada POS-KUPANG.COM, di kediamannya di Ledegiring,  Kamis 19 Maret 2026 sore.

Menurut Jamal Wungo,  siang itu, ia sedang baring di rumah setelah baru  pulang dari Sholad Jumat di Mesjid Al Fallah Waitabula sekitar pukul 13.00 wita.

Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong dari tetangganya. Seketika bangun, berlari keluar dengan membawa sepotong kayu ke arah sumber suara.

Begitu sampai, melihat ustaz Astatan dan kedua temannya sedang memukul Yusuf di halaman depan rumah Yusuf.

"Saya sampaikan kalau ada persoalan sebaiknya dibicarakan baik-baik. Belum selesai berbicara, Ustaz Astatan menyambar saya dengan penuh emosi, seketika juga salah seorang temanya menyeruduk hingga terjatuh ke tanah," katanya.

Salah seorang pelaku mengambil kayu memukul mengenai kaki kanannya dan kedua tangan hingga lecet. Sementara seorang pelaku lain mencekiknya.

Saat itu, ia tidak bisa melawan tetapi hanya berusaha menangkis dengan menggunakan sepotong kayu yang dibawahnya agar pukulan para pelaku tidak mengenai kepalanya.

Peristiwa itu tidak hanya menimpanya tetapi juga istrinya yang mendapat caci maki dari pelaku. Para pelaku nampak emosional dan mengeluarkan kata-kata tak sopan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved