Selasa, 14 April 2026

TTU Terkini

Pemkab TTU Berencana Tuntaskan Proses Lelang Proyek pada Bulan April 2026

Pada tahun 2026 ini, semua pemerintah daerah diminta untuk melakukan perencanaan dan lelang proyek lebih cepat dari biasanya.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON 
Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Utara (TTU) memastikan bakal menuntaskan pelaksanaan lelang proyek di lingkup Pemkab TTU
  • Pada tahun 2026 ini, semua pemerintah daerah diminta untuk melakukan perencanaan dan lelang proyek lebih cepat dari biasanya
  • Pemkab TTU memastikan semua proses lelang berjalan sesuai aturan dan SOP

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memastikan bakal menuntaskan pelaksanaan lelang proyek di lingkup Pemkab TTU.

Pelaksanaan perencanaan dan lelang proyek tahun 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2026 ini, semua pemerintah daerah diminta untuk melakukan perencanaan dan lelang proyek lebih cepat dari biasanya.

"Karena kita khawatir ada dari pusat itu rencana yang belum dilelang atau ditender ini belum ditarik anggarannya," ungkap Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Jumat, 20 Maret 2026.

Baca juga: Tersandung Absensi, Bupati TTU Sebut 100 ASN Berpotensi Diberhentikan dengan Tidak Hormat 

Anggaran tersebut ditarik apabila pemda dinilai lamban dalam melakukan perencanaan dan tender proyek. Sementara proyek yang sudah memasuki tahapan tender tidak akan ditarik anggarannya.

Oleh karena itu, Pemkab TTU berencana menuntaskan proses tender proyek paling lambat Bulan April 2026.

Hal ini bertujuan memastikan penyerapan anggaran sesuai harapan pemerintah pusat.

Berdasarkan informasi bahwa, apabila serapan anggaran di tingkat pemerintah daerah baik maka, alokasi anggaran akan ditambahkan.

Pemerintah pusat menilai, anggaran yang belum menjadi prioritas dan diproses lelang, berpeluang ditarik.

"Karena dianggap belum urgent," kata Falentinus.

Ia menegaskan, semua alokasi anggaran dan proyek di Kabupaten TTU dinilai sangat urgent. Kendati demikian, kebiasaan kerja lamban menjadi penyebab pemerintah pusat menilai anggaran trs belum urgent.

Berdasarkan data terakhir yang diperoleh dari PBJ, kata Falentinus, pasca liburan Hari Raya Idul Fitri banyak proyek akan dilaksanakan lelang.

Falentinus menuturkan, Pemkab TTU memastikan semua proses lelang berjalan sesuai aturan dan SOP. Di sisi lain, pelaksanaan lelang proyek dijadwalkan sesuai instruksi pemerintah pusat.

"Supaya anggaran kita tidak ada yang ditarik oleh pemerintah pusat," pungkasnya. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved