Rabu, 6 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Pemantauan Hilal 1 Syawal 1447 H di Sumba Timur Terkendala Awan Tebal

Sebagai informasi, sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 digelar pada Kamis malam ini.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
PENGAMATAN HILAL - Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko pose bersama Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Sumba Timur, Alfian Haji Dahlan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cabang Sumba Timur, Achmad Abdurrahman, dan tim operasional Stasiun Geofisika Sumba Timur di Bukit Persaudaraan, Mauliru, Kamis (19/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemantauan dan pengamatan untuk penentuan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Stasiun Geofisika Sumba Timur hari ini terkendala cuaca berawan tebal
  • Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, cuaca berpengaruh sehingga sulit untuk melihat (hilal)
  • Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cabang Sumba Timur, Achmad Abdurrahman. Ia mengatakan, karena cuaca tidak bersahabat, penentuan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 H akan menunggu keputusan sidang isbat

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Pemantauan dan pengamatan untuk penentuan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Stasiun Geofisika Sumba Timur hari ini terkendala cuaca berawan tebal.

Akibatnya, hilal tidak dapat diamati melalui teleskop karena ufuk barat tertutup awan tebal.

“Kalau cuaca seperti ini kita sulit untuk melihat (hilal), apalagi di ufuk barat berawan tebal,” kata Kepala Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (19/3/2026).

Hingga bulan terbenam pada pukul 18:17:50 Wita, kondisi cuaca tidak mengalami perubahan. Awan tebal tetap menutupi horizon barat dengan suhu 27 derajat celsius, tekanan udara 1007 mb, dan kelembapan 91 persen.

Baca juga: BMKG NTT: Hilal Sulit Terlihat di Kupang, Ketinggian Rendah dan Cuaca Tidak Mendukung

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Sumba Timur, Alfian Haji Dahlan, mengatakan bahwa penentuan hilal, tetap menyesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada.

Ia menjelaskan, jika awan tebal membatasi pengamatan hilal, pihaknya akan menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.

“Kalau kita tidak bisa menentukan, semua akan menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama. Kita akan mengikuti,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Cabang Sumba Timur, Achmad Abdurrahman. Ia mengatakan, karena cuaca tidak bersahabat, penentuan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 H akan menunggu keputusan sidang isbat.

“Karena di daratan Sumba tidak tampak, kami akan mengikuti apa yang diputuskan dalam sidang isbat pusat. Kami menunggu keputusan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama dengan berbagai ormas Islam dan jajarannya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 digelar pada Kamis malam ini.

Penentuan hari raya akan ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama, berdasarkan hasil perhitungan astronomi serta pemantauan hilal dari ratusan titik di seluruh Indonesia.

Tim Operasional Siap

Sebelumnya, tim operasional Stasiun Geofisika Sumba Timur telah memasang perangkat teleskop untuk memantau hilal sejak pukul 16.00 Wita, Kamis (19/3/2026).

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved