Rabu, 22 April 2026

Sumba Timur Terkini

Dinas Peternakan Sumba Timur Akan Perketat Pengawasan dan Pendataan HPR

Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur akan melakukan pengawasan ketat dan pendataan terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti kucing dan anjing.

POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
PERKETAT PENGAWASAN - Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sumba Timur, drh. Agustina Milanau, mengatakan, Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur akan melakukan pengawasan ketat dan pendataan terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti kucing dan anjing. 

Ringkasan Berita:
  • Dinas Peternakan Sumba Timur akan melakukan pengawasan dan pendataan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing
  • Langkah ini bertujuan mengantisipasi penyebaran rabies dengan memastikan hewan peliharaan telah divaksin
  • Hewan liar menjadi perhatian karena berpotensi menyebarkan virus melalui kontak langsung dan pertukaran air liur
  • Pemerintah juga mempertegas larangan masuknya hewan penular rabies serta meminta pengawasan ketat di pintu masuk wilayah

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

 

POS-KUPANG.COM, WAINGAPUDinas Peternakan Kabupaten Sumba Timur akan melakukan pengawasan ketat dan pendataan terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti kucing dan anjing.

Langkah ini merupakan upaya pencegahan sekaligus untuk mengidentifikasi hewan yang berpotensi membawa virus rabies.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Sumba Timur, drh. Agustina Milanau kepada POS-KUPANG, Senin (16/3/2026).

“Kami akan antisipasi dengan pengawasan dan membuat pendataan pada hewan peliharaan kucing dan anjing yang ada untuk melihat vaksinasinya,” kata Agustina.

Menurut dia, vaksinasi merupakan kunci utama dalam mencegah penularan virus rabies karena hingga saat ini, belum ada obat yang efektif untuk mengobati penyakit itu. 

Tanpa vaksinasi, kata dia, risiko penyebaran virus kepada hewan lain dan manusia pun semakin besar.

Selain vaksinasi, ia juga menegaskan pentingnya perawatan pada hewan peliharaan terkait kebersihan dan makanannya.

Namun yang menjadi soal kata dia, tidak sedikit hewan liar seperti kucing dan anjing

Hewan liar tersebut berpotensi menyebarkan virus ketika melakukan kontak langsung, kebersihan tidak terjaga dan sumber makanan yang sama. Di sini berpotensi adanya pertukaran air liur.

“Kebersihannya harus terjaga, makan dijaga dan divaksin. Nah hewan liar yang kita takutkan jangan sampai mereka bersifat carrier,” ujarnya.

Agustina menambahkan, pihaknya akan kembali mempertegas surat edaran Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali yang melarang masuknya hewan penular rabies. Surat tersebut telah dikeluarkan pada tahun 2025.

“Untuk mengingatkan kembali bahwa kasus ini mulai ada,” kata dia.

Ia juga berharap, karantina hewan dan otoritas terkait di pintu masuk agar lebih serius dalam melakukan pengawasan lalu lintas hewan.

“Berharap mereka menjaga di pintu masuk. Perlu juga pengawasan kapal-kapal kecil yang masuk secara ilegal,” tambahnya. (dim)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved