Sikka Terkini
Perairan Maulo'o Sikka Renggut Nyawa Warga Merauke Saat Mancing
SR (44) warga Kampung Belbelan,Kecamatan Ulin, Kabupaten Merauke, ditemukan meninggal dunia di dasar laut saat memancing di perairan Maulo'o, Sikka
Ringkasan Berita:
- SR (44) warga Kampung Belbelan,Kecamatan Ulin, Kabupaten Merauke, ditemukan meninggal dunia di dasar laut saat memancing di perairan Maulo'o,Desa Mbengu, Kecamatan Paga,Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (14/3/2026).
- Kemungkinan ketika korban memancing tiba-tiba terjadi gelombang tinggi mengakibatkan korban jatuh dari sampan dayung viber kecil warna putih biru lalu tenggelam dan meninggal dunia.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - SR (44) warga Kampung Belbelan,Kecamatan Ulin, Kabupaten Merauke, ditemukan meninggal dunia di dasar laut saat memancing di perairan Maulo'o, Desa Mbengu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, Sabtu (14/3/2026).
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, Melalui Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tungga, Minggu (15/3) menjelaskan, sekitar TKP arus deras dan sewaktu-waktu terjadi gelombang tinggi.
Kemungkinan ketika korban memancing tiba-tiba terjadi gelombang tinggi mengakibatkan korban jatuh dari sampan dayung viber kecil warna putih biru lalu tenggelam dan meninggal dunia.
Dijelaskannya, sebelumnya korban pamitan ke ibu kandung untuk pergi memancing ikan di Perairan maulo'o menggunakan sampan dayung. Beberapa saat kemudian warga melewati TKP dan mendengar suara meminta tolong tetapi orang yang berteriak itu tidak kelihatan di sekitar di lokasi itu.
Merasa ketakutan warga yang mendengar teriakan tersebut berusaha mendayung sampan ke bibir pantai dengan cepat. Sesampai di bibir pantai warga tersebut menyampaikan ke warga lainnya terkait teriakan meminta tolong.
Warga lainnya kemudian menuju ke lokasi itu. Setelah sampai di lokasi itu, warga melakukan penyisiran dan menemukan sampan dayung viber kecil warna putih biru yang tenggelam.
Adik kandung korban kemudian menyelam di sekitar lokasi itu dan menemukan korban di dasar laut dengan posisi sudah meninggal dunia. Masyarakat mengevakuasi korban ke bibir pantai dan dibawa ke Puskesmas Paga.
"Di sekitar lokasi itu sering terjadi peristiwa orang tenggelam dan meninggal dunia,Hal ini disebabkan karena sekitar TKP arus deras dan sewaktu-waktu terjadi gelombang tinggi," jelasnya.
Ketika korban tiba di Puskesmas Paga,Tim Medis Puskesmas Paga melakukan upaya medis tetapi hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa kondisi korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di Puskesmas Paga.
Polisi mengimbau kepada nelayan untuk menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca lebih aman, serta selalu memperhatikan informasi BMKG dan informasi aparat setempat.
Hal ini biasanya terkait dengan kondisi cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras yang bisa membahayakan keselamatan di laut. (awk)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Kisah Dua Polwan di Sikka Tempuh Jalan Terjal Sambil Gotong Bantuan ke SDK Wukur |
|
|---|
| Sambangii SDK Wukur Kapolres Sikka Motivasi para Guru Agar Tetap Semangat Mengabdi |
|
|---|
| Jajaran Polres Sikka Tempuh Jalan Terjal dan Berbatu Temui Siswa SDK Wukur |
|
|---|
| Satpol-PP dan Damkar Sikka Sambangi Kampus Politeknik Cristo Re Maumere |
|
|---|
| SMAK St. Yosef Tana Ai Luluskan 58 Siswa, Kemenag Sikka: Dari Tanah Ai Untuk Tanah Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-merauke-MD.jpg)