Rabu, 22 April 2026

TTU Terkini

Puluhan Tahun Nikmati Jalan Rusak, Warga Biboki Feotleu Tutup Akses Jalan

Aksi protes ini adalah puncak dari kekecewaan masyarakat setempat yang selama ini merasa menjadi anak tiri pembangunan di Kabupaten TTU.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
TUTuP JALAN - Warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Kecamatan Biboki Feotleu melakukan aksi penutupan ruas jalan menuju ke wilayah tersebut. Aksi penutupan jalan ini sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan ke arah Kecamatan Biboki Feotleu tak pernah mendapat sentuhan hingga detik ini. Mereka didatangi pihak kepolisian untuk meminta tidak dilaksanakan penutupan jalan. Karena ruas jalan ini merupakan akses satu-satunya ke Kantor Camat Biboki Feotleu, Minggu, 15 Februari 2026 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Peduli Kecamatan Bikomi Feotleu melakukan aksi penutupan ruas jalan di wilayah setempat
  • Sudah puluhan tahun jalan tersebut rusak
  • Warga Biboki Feotleu juga mengancam untuk mengalihfungsikan Kantor Camat setempat 

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Kecamatan Biboki Feotleu melakukan aksi penutupan ruas jalan menuju ke wilayah tersebut. 

Aksi penutupan jalan ini sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan ke arah Kecamatan Biboki Feotleu tak pernah mendapat sentuhan hingga detik ini.

Penutupan jalan tersebut dilaksanakan tepat di wilayah Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu sejak Hari Jumat hingga Minggu 15 Maret 2026.

Aksi protes ini adalah puncak dari kekecewaan masyarakat setempat yang selama ini merasa menjadi anak tiri pembangunan di Kabupaten TTU.

Baca juga: Pastikan Stok dan Harga MinyaKita Sesuai HET, Polres TTU Gandeng Satgas Saber Gelar Sidak

Aksi penutupan jalan ini rencananya bakal berjalan lama. Masyarakat merogoh kocek pribadi hanya untuk memperbaiki jalan umum itu. Hal ini bagi mereka sesuatu yang absurd.

Sebuah tripleks dipaku bersama batang kayu kemudian ditanam tepat di tengah jalan tersebut. Sebuah kalimat tertulis pada tripleks tersebut berbunyi "MASYARAKAT PEDULI KEC (Kecamatan) BIFEL (Biboki Feotleu) BERKOMITMEN JALAN DITUTUP".

Seorang warga Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu bernama Thomas Ani (63) mengatakan, jalan dari Kecamatan Biboki Utara (Lurasik) menuju ke wilayah Kecamatan Biboki Feotleu rusak parah. Kondisi ini telah dialami masyarakat puluhan tahun.

Didorong oleh rasa prihatin dan kesal dengan persoalan menahun yang tak pernah mendapat respon ini, warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Kecamatan Biboki Feotleu melakukan perbaikan dengan melakukan penimbunan sertu di sepanjang ruas jalan tersebut tepatnya di Desa Naku.

Thomas menegaskan, berangkat dari keprihatinan dan kekesalan tersebut, mereka mendesak pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan jalan menuju ke Kecamatan Biboki Feotleu pada tahun 2026 ini. Apabila jalan tersebut tidak dikerjakan pada tahun 2026 maka, mereka meminta agar wilayah Kecamatan Biboki Feotleu dialihkan ke wilayah Kabupaten Belu. 

"Karena kami ini sepertinya bukan bagian dari wilayah Kabupaten TTU. Kalau kami bagian dari TTU pasti kami sudah diperhatikan berhubungan dengan jalan ini," ujarnya, Minggu, 15 Maret 2026.

Jika ruas jalan itu tak kunjung diperbaiki, masyarakat lima desa di kecamatan itu bertekad mengalihfungsikan Kantor Camat Biboki Feotleu menjadi gudang penyimpanan komoditas pertanian. 

Menurutnya, kehadiran Kantor Camat di wilayah itu tidak merepresentasikan kehadiran pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sana. Masyarakat setempat menggunakan kendaraan pribadi menggali sertu untuk menutup jalan yang rusak. 

Ia mengaku pihaknya sempat diminta oleh pihak kepolisian untuk tidak menutup akses jalan. Pasalnya, ruas jalan ini merupakan satu-satunya akses jalan menuju pusat kecamatan.

Nyaris setiap tahun, masyarakat setempat berinisiatif melakukan penimbunan ruas jalan tersebut untuk mencegah banjir merusak badan jalan. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved