Manggarai Barat Terkini
100 Anak Tampilkan Caci dan Sanda Pentas di Gua Batu Cermin Mabar
Sebanyak 100 anak dari jenjang TK dan SD di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, tampil dalam pentas seni tradisional.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – Sebanyak 100 anak dari jenjang TK dan SD di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, tampil dalam pentas seni tradisional.
Mereka menampilkan Tarian Caci, Tarian Sanda, serta permainan musik tradisional Manggarai, bertempat di Kawasan wisata Gua Batu Cermin di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pementasan tersebut merupakan puncak dari kegiatan Workshop Caci Anak Usia Dini, beberapa waktu lalu. Program ini merupakan bagian dari inisiatif pengembangan ruang publik seni yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan digagas oleh Mardaniyanti, seniman kreatif yang juga menjabat Sekretaris Umum Sanggar I Production Labuan Bajo.
Dikonfirmasi Pos Kupang, Mardaniyanti mengatakan, pengenalan caci kepada anak-anak merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Manggarai.
“Selama ini caci identik dengan pertunjukan orang dewasa. Padahal anak-anak juga bisa mempelajari nilai dan gerakan dasarnya dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka,” ujar Mardaniyanti, Senin (9/3).
Menurut Mardaniyanti, pengenalan tarian caci sejak dini dapat membangun kecintaan anak-anak terhadap budaya lokal sekaligus menjaga regenerasi pelaku seni tradisional di Manggarai.
“Kami ingin anak-anak mengenal caci sejak dini agar kesenian ini terus hidup dan berkembang. Siapa tahu, dari mereka akan lahir generasi baru yang membawa caci ke panggung yang lebih luas, bahkan ke tingkat internasional,” kata Mardaniyanti.
Dijelaskan Mardaniyanti, workshop tersebut melibatkan 100 anak dari sejumlah lembaga pendidikan di Labuan Bajo, di antaranya SDN Labuan Bajo 1, KB Kanawa, TK Pembina, SDN Batu Cermin, SD Lancang, SDI Waemata, SDK Familia, KB Bajo Kiddy, dan SLB Labuan Bajo.
Selama proses pelatihan, para peserta mendapatkan pendampingan dari mentor profesional yang terdiri dari pelatih caci, pelatih tari, serta mentor musik tradisional.
Metode pelatihan disusun secara edukatif dengan mempertimbangkan keamanan dan kreativitas anak-anak. Latihan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pengenalan gerak dasar, ritme musik, serta kekompakan dalam pertunjukan.
Menariknya, sebagian besar pelatihan dilakukan langsung di sekolah-sekolah peserta. Kegiatan dijadwalkan pada pagi hingga sore hari agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Pentas di Gua Batu Cermin menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menampilkan hasil latihan mereka sekaligus memperkenalkan versi caci anak kepada masyarakat luas.
Selain menjadi sarana edukasi budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Melalui program ini, penyelenggara berharap kesenian caci tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang sebagai identitas kreatif generasi muda Manggarai yang mampu tampil di berbagai panggung budaya di masa depan.
| Laporkan Personil Brimob Batalyon B Pelopor yang Tidak Berkenan di Masyarakat |
|
|---|
| Polsek Lembor Manggarai Barat Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng dan Lembor |
|
|---|
| 1.000 Pengunjung Per Hari ke Taman Nasional Komodo Pakai Kajian Tahun 2018 |
|
|---|
| ASITA Sebut Di Labuan Bajo Manggarai Barat Semua Orang Bisa Jualan Paket Tour Tanpa Ada Kontrol |
|
|---|
| Dua Kali Beraksi, Dua Pencuri di Vila Wae Moto Manggarai Barat Ditetapkan Jadi Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tarian-Caci-5.jpg)