Kota Kupang Terkini
Lansia Sakit Stroke Tanpa Perawatan, Bergantung Pada Anak Umur 6 Tahun
Gerakan menuju 1.000 hari menuju bahagia dengan mengunjungi lansia di luar panti.
POS-KUPANG.COM - Budi Santoso, warga Kota Kupang Provinsi NTT, seorang lanjut usia (lansia) sedang menderita sakit stroke tanpa perawatan. Ironisnya hidup lansia itu bergantung pada anaknya berumur enam tahun yang mengurusnya.
Nama anak perempuan itu Lusi Hartati. Mereka tinggal di kos yang terletak di belakang pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kepolosan terpancar dari wajahnya. Dia setia m.enemani dan mendampingi ayahnya. Anak seusia dia dipaksa memahami kondisi ayahnya. Tidak seperti anak se-usianya yang menikmati sekolah dan bermain bersama teman-teman.
Kamar mereka tidak terurus dan memperihatinkan. Bau busuk dari kamar terasa sampai keluar.
Baca juga: Aksi Kemanusiaan Polsek Fatuleu dan Bhayangkari, Bantu Lansia di Desa Tolnaku
Dengan suara terbata-bata dan penuh kesedihan, Budi mengisahkan hidupnya. Sejak ditinggal istrinya lima tahun lalu, dia mengurus anaknya sendirian.
Namun naas, Budi yang bekerja sebagai tukang service elektronik dan buruh bangunan, terkena stroke sejak lima bulan lalu. Dia menderita. Di usia yang senja tanpa kelurga.
Adapun Budi, sorang perantau dari Pulau Jawa ke Kota Kupang NTT sejak lima belas tahun yang lalu. Anaknya Lusi , menjadi harapan hidupnya.
"Hanya anak ini yang bisa bantu saya, dia tidak sekolah, hidup saya bergantung padanya" ungkap budi.
Bagi Budi anaknya menjadi malaikat penolong baginya. Untuk makan dan minum setiap hari dan membayar kostnya sebesar enam ratus ribu rupiah setiap bulan, dia mengharapkan bantuan dari warga sekitar, terutama tetangga kost. Juga sebagian orang yang berbelas kasiahan padanya.
Budi Santoso berharap ada bantuan dari pemerintah dan para donatur agar sembuh dari sakit dan anaknya bisa sekolah.
"Saya mohon bantuan dari pemerintah, dan bapak ibu yang bisa membantu, saya tidak bisa apa-apa lagi. Saya berusaha agar bisa sembuh, agar dapat bekerja menyekolahkan anak saya," kata Budi.
Hal sama disampaikan anaknya. Ia berharap dapat bersekolah setelah ayahnya sembuh dari sakit.
"Beta (saya) juga mau sekolah dan main bersama teman-teman pak, tetapi setelah Bapa sembuh baru Beta (Saya) pergi sekolah," ungkapnya.
Social Health Worker
Budi mendapat kunjungan para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Maranatha program studi Ners dan seorang staf dari UPTD Kesejahteraan Sosial Lansia Budi Agung Dinas Sosial Provinsi NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mahasiswa-praktek-dari-STIKRS-Maranatha-Kupang-sedang-memandikan-lansia-penderita-stroke.jpg)