Senin, 11 Mei 2026

Belu Terkini

Ruas Jalan Kabupaten di Nanaet Duabesi Belu Terputus Akibat Longsor

Kerusakan terjadi sepanjang kurang lebih 100 meter, di mana badan jalan mengalami amblas dan retakan cukup parah. 

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Akses transportasi di Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, lumpuh total setelah terjadi tanah longsor dan retakan pada badan jalan di wilayah Raikuak Wain, Dusun Nanaet, (4/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. 
Ringkasan Berita:
  • Akses transportasi di Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, lumpuh total setelah terjadi tanah longsor
  • Peristiwa tersebut menyebabkan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Nanaet Duabesi tidak dapat dilalui
  • Kerusakan terjadi sepanjang kurang lebih 100 meter, di mana badan jalan mengalami amblas dan retakan cukup parah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Akses transportasi di Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu, lumpuh total setelah terjadi tanah longsor dan retakan pada badan jalan di wilayah Raikuak Wain, Dusun Nanaet, (4/3/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Peristiwa tersebut menyebabkan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Tasifeto Barat dan Kecamatan Nanaet Duabesi tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat maupun roda enam.

Kerusakan terjadi sepanjang kurang lebih 100 meter, di mana badan jalan mengalami amblas dan retakan cukup parah. 

Jalan ini merupakan akses utama masyarakat untuk menjangkau pusat kecamatan serta menghubungkan sejumlah desa dan kawasan permukiman di sekitarnya.

Antonius, salah satu warga mengatakan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama longsor. Struktur tanah liat yang lembek dan jenuh air membuat kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.

Baca juga: 644 Kasus TBC Sepanjang 2025, Dinkes Belu Intensifkan ACF Hingga Desa/Kelurahan

“Kalau hujan terus-menerus, tanah di sini cepat lembek dan tidak kuat menahan beban, sehingga sering terjadi longsor,” ujarnya, Kamis (5/3/2026). 

Ia menyebut lokasi tersebut memang dikenal sebagai titik rawan longsor setiap musim penghujan. 

Meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan secara gotong royong oleh masyarakat bersama pemerintah, kerusakan kembali terjadi saat intensitas hujan meningkat.

Akibat terputusnya jalan tersebut, aktivitas warga seperti pengangkutan hasil pertanian, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan ikut terdampak.

Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan penanganan dan perbaikan agar akses transportasi dapat kembali normal.

Sebagai jalur alternatif, tambahnya, masyarakat dari Desa Fohoeka, Nanaenoe, dan sebagian Desa Nanaet dapat menggunakan Jalan Sabuk Merah yang menghubungkan Laktutus, Lookeu, Fatubenao, meskipun jaraknya lebih jauh dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama. (gus)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved