Kamis, 14 Mei 2026

TTS Terkini

Lima Warga Batu Putih TTS Masi Alami Keracunan Bangkai Sapi

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Kesehatan terus menangani korban keracunan bangkai sapi.

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
DIRAWAT - Salah satu korban keracunan bangkai sapi di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dirawat di posko pelayanan, Selasa (3/3/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Vianey Gunu Gokok

POS-KUPANG.COM, SOE - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Kesehatan terus menangani korban keracunan bangkai sapi.

Hingga Selasa (3/3/2026), masih lima pasien yang diduga keracunan bangkai sapi menjalani rawat inap di RSUD SoE.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. RA Karolina Tahun mengatakan, pasien rawat inap lima orang terpasang infus sejak Minggu (1/3).

Hal itu berdasarkan laporan dari posko pelayanan dari Senin (2/3) pukul 18.00 Wita sampai Selasa (3/3) pukul 08.00 Wita.

"Saat ini kondisi pasien masih dengan keluhan diare dan nyeri perut," ujarnya. 

Sedangkan sejumlah pasien yang tidak memiliki keluhan lagi, sudah dipulangkan ke  rumah masing-masing dan telah kembali beraktivitas seperti biasa. 

Sebelumnya, sebanyak 27 warga Desa Hane dan Desa Benlutu, Kecamatan Batu Putih, TTS diduga keracunan Bangkai sapi. 

Pada Sabtu (28/2) pukul 22.42 Wita, telah berobat ke IGD RSUD SoE sebanyak enam orang dari Desa Hane dan Desa Benlutu dengan keluhan mual, muntah, mencret, sakit kepala, pusing dan demam. Mereka diduga keracunan daging sapi. 

Pasca kejadian itu, tim Dinas Kesehatan TTS melakukan investigasi dengan mendatangi Desa Hane

Adapun hasil investigasi, pada Kamis (26/2) pukul 17.00 Wita, sapi milik Eklopas Besi (EB), warga RT 05 RW 02 Desa Hane mengalami kejang dan tiba-tiba mati.

Pada pukul 18.00 Wita, bangkai sapi tersebut dipotong selanjutnya dibagi menjadi beberapa bagian untuk dijual dan sisanya dikonsumsi.

Kemudian pada Jumat (27/2), tetangga dan kerabat mendatangi rumah EB untuk membeli daging sapi tersebut. 

Menurut pengakuan EB bahwa terdapat 19 KK yang membeli bangkai daging sapi. Mereka mengolah kemudian mengkonsumsi.

Menurut keluarga makan daging bangkai sapi tersebut, bahwa tekstur daging sudah lembek dan cenderung berwarna hitam serta berlendir.

Pada (28/2) pagi, mulai muncul gejala pada sebagian orang yang mengkonsumsi bangkai daging tersebut tetapi dianggap biasa saja.

Warga yang mengkonsumsi bangkai tersebut baru mencari pertolongan ke RSUD SoE saat mengalami gejala dan keluhan pada pukul 22.00 Wita. 

"Terdapat enam orang yang berusaha untuk mencari pertolongan ke IGD RSUD SoE setelah berobat ke Klinik Siloam SoE tetapi gejala yang dirasakan tidak berkurang," jelas Kepala Dinas Kesehatan TTS, Karolina Tahun

Selanjutnya, pada Minggu (1/2) pukul 13.00 Wita, tim TRC Dinas Kesehatan TTS turun ke Desa Hane untuk melakukan tracing dan pengendalian kasus.

Saat itu didapatkan hampir 100 orang yang mengkonsumsi bangkai daging tersebut. 

"Jumlah orang yang mengkonsumsi dari desa Hane sebanyak 81 orang, dan 23 diantaranya yang mengalami gejala keracunan. Dari desa Benlutu, 11 yang mengkonsumsi dan empat yang bergejala, sehingga total sebanyak 92 orang yang mengkonsumsi dan 27 yang bergejala keracunan," rinci Karolina Tahun

Para korban keracunan diinapkan di RSUD SoE dan di Pustu Hane, dimana 14 rawat jalan dan 13 rawat inap, dan ditangani oleh petugas kesehatan. (any) 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved