TTU Terkini
Longsor Landa Wilayah Desa Naob TTU Akses Jalan Darurat Putus Total
Akses jalan raya menuju Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur mengalami rusak kurang lebih 75 meter
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Bencana tanah longsor melanda wilayah Oepope, RT 012, RW 006, Desa Naob
- Bencana tanah longsor yang terjadi ini disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi
- Akses jalan raya menuju Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur mengalami rusak kurang lebih 75 meter
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bencana tanah longsor melanda wilayah Oepope, RT 012, RW 006, Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bencana tanah longsor yang terjadi ini disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Longsor terjadi pada awal pekan ini.
Akses jalan raya menuju Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur mengalami rusak kurang lebih 75 meter.
Hal ini menyebabkan ruas jalan itu tidak dapat di lalui oleh kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam.
Meskipun begitu, lokasi itu masih bisa dilintasi pejalan kaki. Tanah longsor tersebut tidak menyebabkan korban jiwa dan harta benda. Namun, Fasilitas umum berupa jalan raya rusak berat.
Baca juga: Hujan Sedang Mendominasi Cuaca NTT Hari Ini 21 Februari 2026, BMKg: Waspada Banjir dan Tanah Longsor
Sebanyak sebelas kepala keluarga yang terancam bencana tanah longsor tersebut. Dua kepala keluarga yakni Theodorus Banunek (46) dan Yohanes Tampani (55) berdomisili berjarak kurang lebih 30 meter dari lokasi longsor.
Selain itu, sekitar 389 kepala keluarga yang terdampak akibat putusnya ruas jalan darurat yang dibangun warga sebelumnya. Titik tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4 (mobil).
Diperkirakan longsor susulan bakal terjadi apabila intensitas hujan tinggi kembali terjadi di wilayah tersebut.
Akses jalan darurat yang selama ini digunakan oleh kendaraan roda dua dan warga untuk melintas putus total. Sementara jalan alternatif lain yang dibuat pada tahun 2025 lalu sulit dilalui karena lumpur.
Plh Kepala BPBD Kabupaten TTU, Velismino Askeli, S.Sos mengatakan, sebanyak 11 unit rumah milik warga Desa Naob terancam longsor dan perlu direlokasi.
Pergerakan tanah masih terus terjadi karena di bawah permukaan lokasi longsor terdapat aliran udara yang menyebabkan struktur tanah labil.
Baca juga: Dua Korban Tertimbun Tanah Longsor Ditemukan, Kapolres Manggarai Timur Pastikan Identitas Korban
“Lokasi tanah ini terus bergeser karena di bawah permukaan tanah ternyata banyak udara. Untuk itu 11 rumah yang terancam perlu direlokasi demi keselamatan warga, ” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain di RT 12, longsor juga dilaporkan terjadi di RT 09 Desa Naob. BPBD TTU mendorong percepatan perbaikan jalan serta pemasangan bronjong untuk menahan pergerakan tanah.
Menurut Velismino, pemasangan bronjong ini dipandang sangat penting untuk memastikan akses masyarakat ke fasilitas umum Puskesmas Oemeu berjalan lancar.
Pada tahun 2025 lalu, kata Velismino, pernah terjadi longsor di titik yang sama. Pada tahun 2026 ini longsor terjadi sepanjang 75 meter dan lebar 35 meter. (bbr)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Foto-anggota-Polres-TTU-membantu-pejalan-kaki.jpg)