Kamis, 4 Juni 2026

Rote Ndao Terkini

Terima Sertifikat Pendidik, Kakan Kemenag Rote Ndao Minta 12 Guru PAK Bersabar Soal TPG

Namun, dia juga mengingatkan adanya kendala administratif terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi para lulusan baru. 

Tayang:
Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
SERTIFIKAT - Kemenag Rote Ndao serahkan sertifikat pendidik kepada 12 guru PAK, Rabu (25/2/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - Sebanyak 12 Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Kabupaten Rote Ndao resmi menerima Sertifikat Pendidik dari program PPG Transformatif Dalam Jabatan.

Penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rote Ndao dan dihadiri Kepala Kantor Kemenag, Marthen Luther Nenobais didampingi Kasubag Tata Usaha Nakir Kolloh, Kepala Seksi Pendidikan Kristen Albert Elwin Pethan dan Pengawas Pendidikan Kristen Marselina Tauk, Rabu (25/2/2026).

Dalam momen itu, Marthen Luther Nenobais menyampaikan apresiasi atas pencapaian profesional para guru. 

Namun, dia juga mengingatkan adanya kendala administratif terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi para lulusan baru. 

Baca juga: Pemkab Rote Ndao dan Kejari Teken MoU Pendampingan Hukum, Soroti Sengketa Lahan dan Aset Daerah

Bagi Marthen, pagu anggaran saat ini belum mencukupi untuk membayar tunjangan tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan bapak dan ibu. Namun, perlu kami sampaikan bahwa saat ini anggaran pembayaran TPG masih kurang," ungkap Marthen.

"Kami bersama Kasubag TU dan Kasi Pendidikan Kristen sedang berjuang melakukan pengajuan penambahan anggaran ke pusat. Mohon bersabar, karena hak bapak dan ibu baru dapat dibayarkan segera setelah anggaran tambahan tersebut cair," lanjutnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Marthen mengingatkan agar para guru tetap fokus pada pengabdian. 

Dia juga memberi atensi bahwa sejatinya peran guru sebagai garda terdepan dalam mendukung program Asta Protas Kemenag, dengan menanamkan nilai kerukunan, cinta kemanusiaan dan penguatan ekoteologi dalam pembelajaran.

"Sertifikat ini adalah bukti kompetensi. Saya berharap bapak dan ibu tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mampu menggerakkan cinta kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup," tambah Marthen. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved