Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026

Belu Terkini 

DPRD Belu Minta Pemda Lakukan Penanganan Darurat Pasca Luapan Sungai Baukama

Alex menyampaikan, dirinya bersama Ketua DPRD dan Ketua Komisi II DPRD Belu telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi terkini.

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
SUNGAI MELUAP - Kondisi bibir Sungai Baukama yang tergerus arus banjir di Desa Bauho, Kabupaten Belu, menyebabkan petak sawah ambrol dan tertutup material pasir akibat tidak adanya tanggul di titik luapan, Minggu (22/02/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi PSI, Alexander Nyang Leong, meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Belu segera melakukan penanganan darurat menyusul luapan Sungai Baukama yang berdampak pada permukiman dan lahan pertanian warga di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu (21/2/2026) kemarin. 

Alex menyampaikan, dirinya bersama Ketua DPRD dan Ketua Komisi II DPRD Belu telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi terkini.

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat terkait genangan banjir dan kondisi jalan nasional yang sempat dipenuhi lumpur tebal.

Menurutnya, dampak dari banjir tersebut cukup luas. Sejumlah rumah warga terdampak genangan air, sementara puluhan hektare lahan pertanian berupa sawah, kebun lombok, tomat, dan sayuran lainnya terendam sehingga berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi petani. 

Baca juga: Tak Ada Tanggul di Titik Luapan, Sungai Baukama Meluap dan Merusak Sawah Warga

Selain itu, ruas jalan raya yang sebelumnya tergenang juga tertutup lumpur dan sangat licin, sehingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Untuk lahan pertanian yang terdampak, kami harapkan ada perhatian dan pengecekan dari dinas terkait agar kerugian petani bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (22/2/2026). 

Ia juga meminta pemerintah meninjau kembali titik-titik luapan banjir, khususnya di bagian ujung tanggul atau bronjong yang telah dikerjakan beberapa tahun lalu namun belum menjangkau seluruh bantaran sungai.

Terkait kondisi jalan yang dipenuhi lumpur, Alex mengapresiasi langkah cepat BPBD Belu, petugas Damkar, anggota Polsek Tasbar, serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT yang turun langsung membersihkan material lumpur di badan jalan.

“Kami memberikan apresiasi kepada BPBD, Damkar, Polsek, dan BPJN NTT yang pada tadi malam berjibaku membersihkan lumpur sehingga bisa mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” katanya. (gus) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved