Sabtu, 11 April 2026

Manggarai Timur Terkini

Mama-Mama Tim PPK Ranamese Olah Pangan Lokal yang Lezat

Sejumlah mama-mama angggota TP PKK tingkat Kecamatan Ranamese, Matim, mendapat pelatihan pengolahan pangan lokal.

Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/POS KUPANG/ROBERT ROPO
KECAMATAN RANAMESE – Mama-mama anggota TP PKK Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, mengolah bahan makanan pangan lokal.  
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah mama-mama angggota TP PKK tingkat Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai TImur (Matim), mendapat pelatihan terkait pengolahan pangan lokal.
  • Pelatihan diberikan oleh Kecamatan Ranamese, guna peningkatan kapasitas bagi mama-Mama TP PKK tingkat Kecamatan Ranamese
  • Pengelolaan Pangan dilakukan dengan memanfaatkan bahan lokal seperti labu kuning, kacang hijau, talas, ubi jalar, beras, daun kelor, ayam yang diolah menjadi produk makanan tradisional dan modern.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, BORONG – Sejumlah mama-mama angggota TP PKK tingkat Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai TImur (Matim), mendapat pelatihan terkait pengolahan pangan lokal.

Pelatihan itu diberikan oleh Pemerintah Kecamatan Ranamese, guna peningkatan kapasitas bagi mama-Mama TP PKK tingkat Kecamatan Ranamese, melalui program pengelolaan pangan lokal. 

Pengelolaan Pangan dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti labu kuning, kacang hijau, talas, ubi jalar, beras, daun kelor, dan ayam yang diolah menjadi berbagai produk makanan tradisional dan modern.

Mereka terlibat aktif mengolah pangan lokal itu. Proses pengolahan dimulai dari pemilihan bahan baku yang segar dan berkualitas. Labu kuning diolah menjadi bolu yang lembut dan bernutrisi. 

Kacang hijau dimanfaatkan menjadi puding yang kaya protein nabati dan serat. Talas diolah menjadi brownis yang memiliki cita rasa khas dan tekstur yang unik. Ubi jalar dibuat menjadi lumpia sebagai inovasi camilan sehat berbasis pangan lokal.

Selain itu, beras diolah menjadi kue lapis beras yang memiliki nilai tradisional dan daya tarik visual melalui lapisan warna yang menarik. Daging ayam dimanfaatkan sebagai isian lemper yang gurih dan mengenyangkan. 

Daun kelor yang kaya akan zat gizi diolah menjadi kuping gajah daun kelor sebagai bentuk diversifikasi pangan sehat. Sementara itu, kue sengkulung dibuat sebagai pelestarian jajanan tradisional berbahan dasar tepung dan gula merah.

Camat Ranamese, Agustinus Harum menerangkan, pengelolaan Pangan merupakan upaya penting dalam meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal agar lebih bermanfaat, bernilai ekonomi, dan menarik untuk dikonsumsi. 

“Melalui kegiatan ini, pengelolaan pangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga pada peningkatan kreativitas, nilai gizi, serta peluang usaha masyarakat,” kata Agustinus, Sabtu (14/2). 

Menurutnya, inovasi dalam mengolah bahan lokal menjadi berbagai produk makanan dapat mendukung ketahanan pangan, mengurangi ketergantungan pada bahan impor. Serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha kuliner berbasis potensi daerah. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved