Manggarai Barat Terkini
Luput dari Perhatian Pemerintah, Jembatan Bambu Mbarata di Manggarai Barat Ancam Nyawa Warga
Belasan tahun warga Kampung Mbarata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat menyebrangi jembatan gantung darurat.
Ringkasan Berita:
- Warga Kampung Mbarata belasan tahun memakai jembatan bambu darurat untuk akses pertanian
- Kondisinya rusak, sempit, dan berbahaya, terutama saat musim hujan
- Usulan perbaikan belum ditanggapi pemerintah, warga memperbaiki secara swadaya
- Jembatan vital bagi aktivitas warga meski kampung dekat Labuan Bajo
POS-KUPAN.COM, LABUAN BAJO - Belasan tahun warga Kampung Mbarata, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat menyebrangi jembatan gantung darurat yang terbuat dari bambu.
Selama ini para warga mengaku tidak pernah diperhatikan pemerintah. Jembatan yang terletak di sisi jalan Asian Summit ini menjadi penghubung mobilisasi hasil pertanian dan perkebunan warga.
Saat musim panen, untuk membawa pulang hasil panennya, para warga harus memikul hasil panen yang berat, melewati jembatan tersebut.
Perumahan warga saat ini hanya ada dua kepala keluarga yang tinggal di seberang jembatan dari jalan raya utama.
Namun, tidak sedikit pula para warga petani yang setiap hari mengakses jalur ekstrim ini untuk pergi ke ladang mereka.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (12/2/2026), kondisi jembatan tersebut sangat parah dan tidak layak dilewati. Landasan pijak bermodalkan tumpukan bambu bulat yang disatukan dengan ikatakan.
Lebar jembatan gantung tersebut tidak lebih dari 50 cm. Ukurannya sangat kecil sehingga hanya bisa dilewati satu orang.
Penyangga tengah memanfaatkan dahan pohon jati yang memanjang ke tengah kali. Diperkirakan tingginya sekitar 15 meter dari dasar kali yang dialiri sungai.
Bambu-bambu yang disatukan lalu diikat itu dalam keadaan sudah tidak layak, karena sudah tua dan sudah mulai lapuk.
Ironisnya saat musim penghujan tiba, pijakan jembatan menjadi licin. Bahkan, sudah ada warga yang menjadi korban. Demikian pun debet sungai menjadi tinggi.
Berdasarkan pengakuan Yos Hadi, salah seorang warga setempat, mengatakan usulan pembangunan jembatan jembatan ini sudah sering disampaikan melalui Musrenbang tingkat Desa.
Sampai saat ini, belum ada dari DPRD maupun Pemerintah Daerah yang datang memantau ataupun memperhatikan kondisi jembatan ini.
"Selama ini warga tetap inisiatif membangun jembatan ini ala kadarnya, karena memang keterbatasan sumber daya manusia," ungkap Yos Hadi, warga setempat.
Karena terbuat dari bambu, dan kondisinya yang tidak nyaman bagi warga, Yos Hadi menyampaikan jembatan tersebut selalu diperbaiki warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Luput-Dari-Perhatian-Pemerintah-Jembatan-Bambu-Mbrata-di-Manggarai-Barat-Mengancam-Nyawa-Warga.jpg)