NTT Terkini
Hujan Sedang hingga Lebat Masih Berpeluang Melanda NTT
Kepala Stasiun Maritim Tenau Yandri Tungga menambahkan, pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat laut.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Hujan sedang hingga lebat masih berpeluang melanda NTT
- BMKG NTT meminta masyarakat waspada terhadap dampak hujan
- Kepala Stasiun Maritim Tenau Yandri Tungga menambahkan, pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat laut
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Hujan sedang hingga lebat masih berpeluang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek menyebut, cuaca itu disebabkan adanya dinamika atmosfer skala regional, yaitu menguatnya Monsun Asia, La Nina Lemah, gelombang Atmosfer Low, gelombang Kelvin yang memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.
Selain itu, terdapat pusat tekanan rendah di utara Australia atau di teluk Carpentaria yang menyebabkan daerah pertemuan dan belokan angin di atas wilayah NTT
"Itu berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpeluang menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di NTT 7-14 Februari 2026: Memasuki Puncak Musim Hujan
Dia menyampaikan, kelembapan udara pada lapisan 800 milibar hingga 500 milibar terpantau cukup tinggi berkisar antara 70 persen - 95 % , mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertical di wilayah NTT.
Untuk itu, BMKG NTT meminta masyarakat waspada terhadap dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai Petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Maritim Tenau Yandri Tungga menambahkan, pola angin di NTT umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat laut.
Kecepatan angin berkisar 6- 25 knot dan kecepatan angin tertinggi terpantau di selat Sape, perairan Taman Nasional Komodo, perairan Labuan Bajo, perairan Flores, Selat Flores - Lamakera, selat Pantar, selat Alor, Perairan selatan Alor - Pantar, selat Sumba, Laut Sawu, selat Ombai, perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu - Raijua, perairan Utara
Kupang - Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor - Rote.
"Waspada terhadap awan Cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara
signifikan dan tiba-tiba," ujarnya.
Peluang gelombang tinggi 1 sampai 2,5 meter terjadi di selat Sape Bagian Utara, selat Sape Bagian Selatan, perairan Utara Flores, selat Flores - Lamakera, selat Pantar, selat Alor, perairan Selatan Flores.
Kemudian di perairan Selatan Alor - Pantar, selat Sumba Bagian Barat, selat Sumba Bagian Timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu - Raijua,Perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang - Rote, Selat Pukuafu, perairan Selatan Sabu - Raijua, perairan Selatan Timor- Rote, Perairan Labuan Bajo, perairan Taman Nasional Komodo. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Hujan-angin-dampak-siklon-tropis.jpg)