Malaka Terkini
IMADAR Kefamenanu Kecam Kondisi SD Nekto, Desak Pemerintah Segera Bertindak
Kondisi memprihatinkan gedung SD Nekto di Dusun Nekto, Kabupaten Malaka, menuai sorotan dari kalangan mahasiswa yakni Imadar Kefamenanu.
Ringkasan Berita:
- IMADAR Kefamenanu menyoroti kondisi memprihatinkan SD Nekto di Dusun Nekto, yang masih menggunakan bangunan darurat beratapkan daun gewang dan tiang kayu rapuh
- Mahasiswa menilai kondisi tersebut sebagai cerminan ketimpangan akses pendidikan di wilayah pedesaan Kabupaten Malaka
- Fasilitas belajar yang tidak layak dan minim sanitasi dinilai membahayakan keselamatan serta menghambat kualitas pembelajaran anak
- IMADAR mendesak Pemkab Malaka segera mengambil langkah konkret membangun gedung sekolah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kondisi memprihatinkan gedung Sekolah Dasar Nekto di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, NTT juga menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.
Ikatan Mahasiswa Dawan R (IMADAR) Kefamenanu menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam kondisi sekolah yang hingga kini masih memanfaatkan gubuk kecil beratapkan daun gewang dengan tiang-tiang kayu yang rapuh serta fasilitas belajar yang jauh dari kata layak.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu, Hieronimus Runa Tea Besi, kepada POS-KUPANG.COM menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan potret nyata ketimpangan akses pendidikan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, anak-anak di Desa Raiulun, khususnya Dusun Nekto, seharusnya memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dasar yang aman, nyaman, dan bermartabat.
“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah serta seluruh elemen masyarakat. Anak-anak di Dusun Nekto berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Hieronimus.
Ia menilai, proses belajar mengajar di SD Nekto berjalan dalam keterbatasan yang ekstrem. Ruang kelas yang tidak layak, ketiadaan fasilitas pendukung lainnya, seperti tidak tersedianya fasilitas sanitasi yang memadai menjadi hambatan serius bagi tumbuh kembang dan kualitas pembelajaran anak-anak.
“Dengan kondisi bangunan seperti ini, anak-anak jelas kesulitan untuk belajar dengan nyaman. Faktor keamanan pun menjadi ancaman, terutama saat cuaca buruk,” ujarnya.
IMADAR Kefamenanu menilai, membiarkan anak-anak belajar di bangunan darurat yang rapuh sama saja dengan mengabaikan keselamatan dan masa depan generasi penerus di daerah tersebut.
Oleh karena itu, organisasi mahasiswa ini secara tegas mendesak Pemerintah Kabupaten Malaka untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur guna memperbaiki kondisi SD Nekto.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera merespons dan mengambil tindakan nyata. Ini bukan sekadar soal bangunan, tetapi soal masa depan anak-anak di Desa Raiulun,” lanjut Hieronimus.
Ia menambahkan, perhatian terhadap SD Nekto harus menjadi prioritas bersama, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Pembangunan gedung sekolah yang layak dinilai sebagai langkah awal untuk menjamin hak anak atas pendidikan yang aman dan berkualitas.
Pernyataan sikap IMADAR Kefamenanu ini menambah daftar dukungan dan desakan publik terhadap pemerintah daerah agar segera membenahi kondisi pendidikan di Dusun Nekto.
"Di tengah berbagai keterbatasan, suara kami sebagai mahasiswa menjadi pengingat bahwa pendidikan dasar yang layak bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak yang harus dipenuhi oleh negara bagi setiap anak bangsa," pungkasnya. (ito)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/IMADAR-Kefamenanu-Kecam-Kondisi-SD-Nekto-Desak-Pemerintah-Segera-Bertindak.jpg)