Timor Tengah Utara Terkini
Pemkab TTU Raih UHC, Kepala BPJS Kesehatan Beri Apresiasi
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Meny Elison Seran memberikan apresiasi
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meraih status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas karena cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan telah melebihi 95 persen
- Pemkab TTU mendaftarkan sekitar 22.000 warga ke BPJS Kesehatan menggunakan APBD, sehingga masyarakat bisa berobat gratis
- Jumlah peserta BPJS Kesehatan di TTU kini mencapai sekitar 280.000 orang dan masih berpotensi bertambah
- Dengan status UHC, pelayanan kesehatan bagi warga sakit dan kurang mampu diprioritaskan, dengan kebutuhan anggaran.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Meny Elison Seran memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati TTU yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat di bidang kesehatan di Kabupaten TTU, NTT. Pasalnya, Kabupaten TTU telah meraih Universal Health Coverage (UHC) Cakupan Kesehatan Semesta.
UHC ini diraih mengingat cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten TTU lebih dari 95 % . Oleh karena itu, Kabupaten TTU masuk dalam kategori UHC Prioritas.
"Hal ini berkat langkah Pemda TTU yang telah mendaftarkan puluhan ribu warga ke BPJS Kesehatan sehingga masyarakat bisa berobat gratis tanpa khawatir dengan biaya," ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menegaskan, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo telah menerima penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Pemkab TTU telah mendaftarkan 22.000 masyarakat Kabupaten TTU menjadi peserta BPJS Kesehatan. Alokasi anggaran ini bersumber dari APBD Kabupaten TTU.
Langkah Pemkab TTU ini merupakan bagian dari komitmen serius memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama perlindungan kesehatan masyarakat antara BPJS Kesehatan dan Pemkab TTU.
Menny menyebut, data kepesertaan BPJS Kesehatan ini diperkirakan bertambah apabila Pemkab TTU masih mendaftarkan lagi jumlah masyarakat yang dicover BPJS Kesehatan.
Saat ini, peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten TTU mencapai 280.000 orang. Dengan demikian kepesertaan BPJS di Kabupaten TTU telah melebihi cakupan jumlah penduduk pada semester I tahun 2025.
"Data ini akan berubah setelah ada pemutakhiran data kepesertaan BPJS Kesehatan untuk semester II 2025," ungkapnya.
Dengan ditetapkannya status Kabupaten TTU sebagai daerah prioritas UHC maka, pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sakit dan kurang mampu, harus diutamakan.
Apabila belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan maka, masyarakat yang bersangkutan bisa didaftarkan oleh Pemda TTU tanpa hambatan.
Demi mengcover semua masyarakat di Kabupaten TTU dibutuhkan anggaran sebesar Rp. 11 miliar. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan kesehatan kepada masyarakat bisa dilaksanakan dengan baik.
Ia berharap, BPJS Kesehatan dan Pemkab TTU terus bekerja sama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas. Di sisi lain, pihaknya terus mendorong agar ada sharing anggaran dari pemerintah pusat untuk mengcover kepesertaan BPJS Kesehatan. (bbr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Penyelenggara-Jaminan-Sosial-BPJS-Kesehatan.jpg)