Timor Tengah Utara Terkini
RSUD Kefamenanu Pastikan Belum Terima Pasien dengan Gejala Super Flu
Kepala Bidang Pelayanan Medik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, memastikan belum ada pasien super flu.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Apolonia Matilde
Ringkasan Berita:
- RSUD Kefamenanu memastikan belum menerima pasien dengan gejala Super Flu (H3N2) hingga 29 Januari 2026
- Super Flu memiliki gejala lebih berat dari flu biasa, seperti demam tinggi, nyeri otot, dan mudah lelah
- Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, dan menghindari alkohol karena menurunkan imun
- Warga yang mengalami gejala flu atau batuk diminta segera ke fasilitas kesehatan dan menerapkan etika batuk serta penggunaan masker
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kepala Bidang Pelayanan Medik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, memastikan sejauh ini pihaknya belum menerima pasien dengan gejala Super Flu. Penyakit Super Flu menunjukkan gejala lebih berat dibandingkan influensa biasa.
"Sampai saat ini kita di RSUD Kefamenanu, tidak mendapatkan kunjungan pasien dengan menunjukkan gejala Super Flu," ujarnya, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menerangkan, pasien yang terdiagnosa terjangkit Super Flu menunjukkan gejala, demam tinggi, nyeri otot, cepat kelelahan.
Super Flu merupakan flu varian baru atau biasa disebut H3N2. Gejala flu varian baru ini menunjukkan gejala sedikit lebih berat dari flu biasa.
"Kalau flu ini biasa, tidak disertai dengan demam tinggi dan nyeri otot," ucapnya.
Mengingat RSUD Kefamenanu belum menerima pasien dengan gejala dimaksud maka, kata Dokter Adrianus, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah Super Flu ini berdampak fatal atau sebaliknya.
Ia meminta Kabupaten TTU untuk menjaga kesehatan dan waspada. Pasalnya, saat ini perubahan cuaca tidak menentu.
Masyarakat juga diharapkan mengonsumsi makanan-makanan yang sehat. Masyarakat diminta menghindari minuman beralkohol pasalnya bisa mengurangi imun tubuh.
"Jika boleh masyarakat mengonsumsi nasi, jagung, sayur-sayuran, kalau boleh bisa dengan vitamin untuk daya tahan tubuh," ungkapnya.
Dr. Adrianus menuturkan, kendati belum menangani pasien dengan gejala dimaksud, pihaknya memastikan bahwa, penanganan pasien dengan gejala Super Flu tidak seperti pelayanan pasien Covid-19.
Biasanya penyakit yang disebabkan oleh virus dipastikan menular. Virus biasanya menular lewat droplet (percikan ludah) dan lain sebagainya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengalami batuk atau flu agar menerapkan etika batuk yang benar, menggunakan masker, sapu tangan, tisu dan lain-lain yang bisa mencegah droplet menyebar.
"Para pasien jika mengalami hal-hal yang tadi sudah saya sebutkan, untuk segera ke fasilitas kesehatan baik itu tingkat pertama atau tingkat lanjut seperti RSUD untuk bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut," pungkasnya. (bbr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Bidang-Medik-RSUD-Kefamenanu-Kabupaten-TTU.jpg)