Sumba Timur Terkini
Pohon Natal dari Bahan Bekas Perindah Kota Waingapu
Ia mengatakan, festival ini juga menghidupkan nilai toleransi dan nilai kebersamaan yang tidak terbatas.
Ringkasan Berita:
- Semarak pohon natal disertai lampu warna-warni di sepanjang Jalan Ahmad Yani, jalan protokol Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur
- Panitia Pelaksana, Dominggus Kondanamu kepada Pos Kupang mengatakan, pemasangan pohon natal di sepanjang jalan merupakan bagian dari festival Humba Bersukacita
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Selama Natal 2025, Kota Waingapu, Sumba Timur semarak dengan adanya pohon Natal disertai lampu warna-warni di sepanjang Jalan Ahmad Yani, jalan protokol. Pohon Natal ada yang tingginya mencapai 10 meter.
Pohon natal tersebut terpasang persis di badan jalan. Di samping trotoar tanpa mengganggu pengguna jalan.
Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, lampu natal tersebut berkat kolaborasi lintas OPD, para pelaku usaha, BUMN hingga masyarakat setempat dan berbagai komunitas.
Panitia Pelaksana, Dominggus Kondanamu kepada Pos Kupang mengatakan, pemasangan pohon natal di sepanjang jalan merupakan bagian dari festival Humba Bersukacita.
Festival yang diinisiasi pemerintah daerah dan didukung oleh seluruh pimpinan gereja Kristen Protestan dan Katolik ini dilaksanakan untuk menyemarakkan Natal 2025 dan memperindah kota.
Baca juga: Bupati Umbu Lili Pekuwali Dorong Warisan Budaya Sumba Timur jadi Perhatian Nasional
Ia mengatakan, festival ini juga menghidupkan nilai toleransi dan nilai kebersamaan yang tidak terbatas.
“Yang paling menggembirakan dari festival ini, kawan-kawan yang non-Kristen juga ikut. Di beberapa OPD kawan-kawan muslim semangat untuk membantu mendesain dan mempercantik pohon natal,” kata ketua panitia Humba Bersukacita ini pada Minggu (28/12/2025).
Ia juga menjelaskan, realitas masyarakat hari ini masih terbelah. Di media sosial, kata dia, masih saja ada pihak yang saling sikut-sikutan. Entah dengan alasan apa saja.
Ia berharap dengan kegiatan positif ini masyarakat kembali bersatu sembari memaknai Natal.
“Dengan festival ini barangkali bisa membangun kebersamaan, menyatukan kembali antara satu dengan yang lain,” katanya.
Ia menambahkan, panitia akan memberikan penilaian terhadap semua pohon natal hasil kreativitas dari bahan bekas pakai tersebut.
“Penilaian bukan yang utama, tetapi semangat kebersamaan lah yang terutama,” ujarnya. (dim)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pohon-Natal-di-Jalan-Protokol-Kota-waingapu.jpg)