Belu Terkini
Bupati Belu Siapkan Rp1,2 Miliar untuk Penguatan Migrasi Aman
Kebijakan tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pelaksanaan pembangunan di kawasan perbatasan.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- Bupati Belu Willybrodus Lay menyiapkan Rp1,2 Miliar untuk penguatan migrasi aman
- Pemerintah Kabupaten Belu berkomitmen peerkuat perlindungan dan peningkatan kualitas calon pekerja migran Indonesia
- Bupati Willybrodus Lay mengungkapkan bahwa selama periode 2023–2025, penempatan PMI asal Belu mencapai 427 orang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Bupati Belu, Willybrodus Lay, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Belu dalam memperkuat program perlindungan dan peningkatan kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran mencapai Rp1,2 miliar pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan Bupati Willy Lay saat membuka kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Gedung Wanita Betelalenok, Selasa (9/12/2025).
Bupati Willy Lay menyoroti tingginya angka kemiskinan di daerah perbatasan serta pentingnya sinergi seluruh elemen pemerintahan untuk menekan angka tersebut. Ia memaparkan bahwa penduduk miskin prasejahtera di Kabupaten Belu tahun 2025 mencapai 109.966 jiwa atau 46,86 persen dari total penduduk.
“Pemerintah Kabupaten Belu tidak bisa berjalan sendiri. Ini tanggung jawab bersama semua komponen, stakeholder, dari pusat hingga daerah,” tegasnya.
Baca juga: Wisata NTT, Padang Sabana Fulan Fehan yang Mempesona di Belu di NTT, Permata Indah di Batas Negeri
Sebagai upaya nyata mendukung kebijakan migrasi aman, Pemkab Belu telah menyiapkan sejumlah anggaran strategis. Pada tahun 2025, pemerintah setempat mengalokasikan Rp571 juta untuk pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi bagi 56 pemuda calon PMI yang dipersiapkan bekerja ke Jepang.
Selain itu, Rp100 juta digelontorkan untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, termasuk pengemudi ojek dan CPMI pra-penempatan.
Kebijakan tersebut, kata Bupati, akan dilanjutkan dan diperkuat pada tahun 2026 dengan total alokasi mencapai Rp1,2 miliar yang akan digunakan untuk pendidikan, pelatihan, dan jaminan sosial bagi 4.300 pekerja rentan.
Bupati Willy Lay mengungkapkan bahwa selama periode 2023–2025, penempatan PMI asal Belu mencapai 427 orang, yang sebagian besar bekerja di sektor non-formal. Malaysia menjadi tujuan utama dengan 416 orang, disusul Singapura sebanyak 4 orang, dan Hong Kong 2 orang.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengundang Wakil Menteri P2MI untuk meninjau proses pelatihan 56 peserta pelatihan bahasa Jepang yang sedang mengikuti program persiapan di Lembaga Pendidikan Bahasa Binawan Foundation Emaus Nenuk.
Sebagai wilayah perbatasan NKRI dengan Timor Leste, Bupati Willy Lay menyampaikan perhatian serius terkait pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp105 miliar pada tahun anggaran berikutnya.
Kebijakan tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap pelaksanaan pembangunan di kawasan perbatasan.
“Pengurangan TKD ini berdampak serius terhadap pelaksanaan pembangunan di wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu sangat mengharapkan, kiranya kunjungan kerja Ibu Wakil Menteri dan rombongan membawa dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Belu-Willy-Lay.jpg)