Ende Terkini
Bupati Ende Yosef Badeoda Bantah Pernyataan Pengurus DPD Partai Demokrat NTT
Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku, dirinya sudah resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
Ringkasan Berita:
- Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda membantah pernyataan pengurus DPD Partai Demokrat NTT
- Tidak benar PDIP melakukan pembajakan terhadap kader partai tersebut di Kabupaten Ende
- Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku, dirinya sudah resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda membantah pernyataan pengurus DPD Partai Demokrat NTT bahwa PDIP melakukan pembajakan terhadap kader partai tersebut di Kabupaten Ende.
Orang nomor satu di Kabupaten Ende itu mengaku, dirinya sudah resmi mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
Surat pengunduran dirinya sebagai kader Partai Demokrat itu sudah disampaikan sejak tanggal 10 Oktober 2025 lalu langsung ke DPP Partai Demokrat karena dirinya merupakan anggota DPP Partai Demokrat.
Hal itu ditegaskan Bupati Yosef Badeoda usai mengikuti Konfercab PDIP se-daratan Flores-Lembata, Sabtu (29/11/2025) malam di Graha Ristela, Kota Ende.
Pernyataan tersebut disampaikan Yosef Badeoda menanggapi pernyataan pengurus DPD Partai Demokrat NTT bahwa PDIP membajak dirinya yang merupakan kader Partai Demokrat di Kabupaten Ende.
"Saya kira tidak bajak, mungkin dokumennya mereka belum dapat karena per tanggal 10 Oktober saya sudah buat pengunduran diri dan sudah saya sampaikan ke DPP Partai Demokrat dengan tembusannya ke DPD Partai Demokrat NTT. Jadi mungkin suratnya belum sampai ke DPD," tegas Yosef Badeoda.
Baca juga: Demokrat NTT Tuding PDI Perjuangan Bajak Kadernya yang Kini Bupati Ende
"Saya kan anggota DPP jadi surat pengunduran diri itu saya sampaikan langsung ke DPP sebagai bentuk niat baik saya dan etika yang saya jaga karena selama ini saya di Partai Demokrat," sambung Yosef Badeoda yang didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Andreas Hugo Pareira.
Secara diplomatis Ia menyatakan, dirinya sudah 20 tahun menjadi kader partai berlambang mercy dan saat ini dirinya berada di Kabupaten Ende yang merupakan bumi rahim Pancasila yang sangat kental dengan simbol-simbol Bung Karno.
"Makanya saya pikir saya harus membesarkan partai ini (PDIP, Red) dan harus menjaga kelestarian keberagaman yang ada di Kabupaten Ende jadi wajar dari hati saya dan memang saya mengambil peran menjadi anggota PDIP sehingga saya bisa dengan ruang yang terbuka bisa membangun Ende yang lebih baik lagi," ujar Yosef Badeoda.
Soal rencana DPD Partai Demokrat NTT yang akan memanggil dirinya untuk dimintai klarifikasi terkait dirinya yang hari ini resmi menjadi anggota PDIP bahkan ditunjuk menahkodai DPC PDIP Ende, Ia secara tegas menyatakan hal itu tidak perlu dilakukan.
"Nanti juga mereka akan dapat penyampaian dari DPP, ya secara resmi juga saya sudah sampaikan kesana dan yang berhak untuk panggi itu sebenarnya DPP jadi saya sudah sampaikan ke DPP dan sebagai partai yang pengusung, kita tetap menjaga kepentingan Partai Demokrat sekaligus dengan PDIP, karena dua partai ini lah yang mengusung saya di Pilkada," tandas dia.
Kembali Yosef Badeoda menegaskan bahwa tidak benar PDIP melakukan pembajakan terhadap kader Partai Demokrat di Kabupaten Ende. (Bet)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pengurus-DPD-PDIP-NTT-menyerahkan-SK.jpg)