Minggu, 19 April 2026

Sumba Barat Daya Terkini

Pemkab Sumba Barat Daya Imbau Warga Cegah Hewan Luar Masuk Sumba

Kabupaten Sumba Barat Daya khususnya dan NTT umumnya adalah daerah bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Petrus Piter | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
KETERANGAN PERS- Kepala Dinas Peternakan Sumba Barat Daya, Drs.Agustinus Pandak saat menyampaikan keterangan pers di Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya Jumat 24 Oktober 2025 malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA- Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengawasi masuknya hewan luar ke wilayah ini.

Imbauan ini dimaksudkan guna mencegah menularnya Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak milik masyarakat daerah ini.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumba Barat Daya, Drs. Agustinus Pandak dalam keterangan persnya pada Jumat (24/10/2025).

Menurut Agustinus Pandak, Kabupaten Sumba Barat Daya khususnya dan NTT umumnya adalah daerah bebas penyakit mulut dan kuku (PMK). 

Untuk itu menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat daerah ini untuk mencegah hewan luar seperti kerbau, sapi, kambing, domba, dan babi serta satwa liar seperti rusa dan unta lainnya masuk daerah ini.

Baca juga: Karantina Waikelo Sumba Barat Daya Tegas Menolak Kehadiran 21 Ekor Kerbau Asal Bima NTB

Saat memberikan keterangan di Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya Jumat 24 Oktober 2025 malam, Drs. Agustinus Pandak didampingi Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Jefris Fanggidae dan Kepala Kantor Karantina Waikelo Sumba Barat Daya, drh Verderika Lobo.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang beredar ditengah masyarakat ada sejumlah orang memasukkan hewan luar ke daerah ini. 

Karena itu, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi semua elemen terkait untuk membahas bersama strategi mengawasi adanya hewan luar masuk daerah ini. 

Dia berharap melalui informasi masyarakat itu, pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan agar hewan tersebut tidak sampai masuk ke Kabupaten Sumba Barat Daya.

Ia menegaskan bahwa untuk persoalan keamanan ternak bukan hanya urusan pemerintah saja tetapi menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh masyarakat daerah ini.(pet)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved