Jumat, 15 Mei 2026

Manggarai Timur Terkini

Dampak Galian Pasir di Nanga Talage Manggarai Timur Makin Mengkhawatirkan

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat bersama warga dan pemilik lahan untuk menyepakati langkah-langkah penanganan awal.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Kondisi Pantai Nanga Talage, Desa Telage Pota, Kecamatan Sambi Rampas. 

Laporan Reporter POS-KUPAMG. COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Aktivitas penambangan pasir di kawasan Pantai Nanga Talage, Desa Telage Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur semakin hari kian memprihatinkan. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari sisa galian yang ditinggalkan meninggalkan lubang-lubang besar dan dalam, merusak keindahan pantai sekaligus mengancam fungsi alami gundukan pasir sebagai tanggul penahan abrasi.

Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu abrasi parah hingga banjir rob jika tidak segera ditangani. Pasalnya, pasir yang selama ini menjadi pelindung alami pantai mulai terkikis akibat galian tanpa pengendalian.

Camat Sambi Rampas, Robertus Nardin, mengakui persoalan ini telah menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan.

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat bersama warga dan pemilik lahan untuk menyepakati langkah-langkah penanganan awal.

“Kesepakatannya ada beberapa poin. Pertama, segera dibuatkan akses masuk ke lokasi agar tidak merusak tanah milik warga sekitar. Kedua, alur Nanga atau muara akan segera dipindahkan agar lurus ke laut dan dibuat beronjong penyangga,” ujar Robertus, Sabtu (6/9). 

Baca juga: Bupati Manggarai Timur Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Empat Orang Hanya Dikukuhkan

Ia menambahkan, dalam waktu dekat aktivitas pengambilan pasir hanya diperbolehkan di area muara, dengan tujuan agar aliran air dari sungai menuju laut tidak terhambat. 

Pasir yang diambil pun hanya untuk kepentingan pribadi dan sosial, seperti pembangunan masjid atau kapela/gereja.

“Untuk sementara tidak ada sanksi bagi pelaku, namun sudah ada pembatasan tegas. Tidak boleh ada galian untuk proyek besar atau kepentingan komersial,” ungkapnya.

Meski begitu, warga setempat tetap berharap pemerintah segera menyiapkan langkah lebih konkret agar dampak kerusakan pantai Nanga Talage tidak semakin meluas dan mengancam pemukiman sekitar. (Iar) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved