Senin, 8 Juni 2026

NTT Terkini 

Jerman Buka Pintu bagi Anak Muda NTT, BP3MI Dorong PMI Beralih ke Pekerjaan Formal

Ia menambahkan, peningkatan jumlah pekerja migran formal tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. 

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ONONG BORO
Workshop Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema Fachkräfteeinwanderungsgesetz (FEG) dan Ausbildung Jerman yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (8/6/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Onong Boro

POS-KUPANG.COM, KUPANG — Peluang kerja dan pendidikan vokasi di Jerman kini semakin terbuka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui kerja sama dengan GIZ Jerman, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT mendorong pekerja migran asal NTT untuk naik kelas dengan menembus sektor pekerjaan formal yang membutuhkan keterampilan dan kompetensi khusus.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia melalui Skema Fachkräfteeinwanderungsgesetz (FEG) dan Ausbildung Jerman yang digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses masyarakat NTT terhadap peluang kerja dan pendidikan vokasi di Jerman melalui jalur yang aman, legal, dan prosedural.

Baca juga: Kepala BP3MI NTT Sebut Politik Lokal Salah Satu Pemicu Migrasi Ilegal dan TPPO

Workshop dibuka oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi NTT, Yos Rasi  serta dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, perguruan tinggi, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Kupang, lembaga pelatihan kerja, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PD Flobamor hingga mitra pembangunan yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia di NTT.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai skema Fachkräfteeinwanderungsgesetz (FEG) atau Undang-Undang Imigrasi Tenaga Kerja Terampil Jerman yang membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja asing dengan kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri di negara tersebut.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan program Ausbildung, yakni sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengombinasikan pembelajaran di sekolah dengan praktik kerja langsung di perusahaan. Program ini memungkinkan peserta memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dunia industri sekaligus pengalaman kerja yang diakui di Jerman.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menegaskan bahwa kesempatan yang tersedia di Jerman harus menjadi momentum untuk mengubah wajah penempatan pekerja migran asal NTT.

Menurutnya, NTT memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dan perlu diarahkan menuju sektor-sektor pekerjaan formal yang menjanjikan perlindungan lebih baik, karier yang jelas, dan pendapatan yang lebih kompetitif.

"PMI asal NTT harus naik kelas. Ke depan, kita ingin semakin banyak masyarakat NTT bekerja pada sektor formal yang menawarkan perlindungan yang lebih baik, jenjang karier yang jelas, dan penghasilan yang lebih kompetitif. NTT tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah pengirim pekerja migran pada sektor domestik, tetapi juga sebagai daerah penghasil tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Jerman," tegas Suratmi.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah pekerja migran formal tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. 

Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dunia usaha, serta mitra internasional untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, sertifikasi, dan kemampuan bahasa asing sesuai kebutuhan pasar kerja global.

Melalui kegiatan ini, BP3MI NTT berharap semakin banyak generasi muda NTT yang mengenal peluang pendidikan vokasi dan pekerjaan formal di Jerman serta termotivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini.

Workshop tersebut juga diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan jumlah penempatan pekerja migran Indonesia asal NTT ke Jerman dan negara-negara Eropa lainnya secara aman, legal, dan bermartabat, sekaligus memperkuat citra NTT sebagai daerah penghasil tenaga kerja profesional yang mampu bersaing di tingkat internasional. (uge)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved