Rabu, 27 Mei 2026

Mahasiswa di SBD Tewas Tertembak

Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penembakan yang Menewaskan Mario

Kasus penembakan yang menewaskan Mario Marselino Kurra (24)  terjadi pada Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 wita.

Tayang:
Penulis: Petrus Piter | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Keluarga korban terdiri Lambertus Gaina Bara bersama Yuliana Rambi dan ayah kandung korban Mario yakni Petrus Ngongo Kurra, warga Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya meminta Polres Sumba Barat Daya memproses tuntas pelaku penembakan yang menewaskan anaknya Mario Marselino Kurra (24), Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 wita. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA - Keluarga korban penembakan di Sumba Barat Daya meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Permintaan ini disampaikan Lambertus Gaina Bara bersama Yuliana Rambi dan ayah kandung korban Mario yakni Petrus Ngongo Kurra, saat ditemui di kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya,  Senin 25 Mei 2026.

Kasus penembakan yang menewaskan Mario Marselino Kurra (24)  terjadi pada Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 wita.

Lambertus menuturkan Mario meninggal dengan cara sadis ditembak menggunakan senapan angin mengenai dada kanan dan langsung meninggal dunia di kediamannya di Gokat, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya.

Baca juga: Polres SBD Tahan ABK Yang Diduga Sebagai Pelaku Pembunuh Mario

"Saat kejadian saya bersama istri berada di belakang rumah. Sedangkan anak kami, Mario berada di depan, menjaga kios. Dia duduk di bale-bale depan kios. Saat itu, korban sedang melayani tamu yakni membeli es krim," kata Petrus Ngongo Kurra.

Saat itu, lanjutnya, selang 3-4 menit kemudian, terdengar suara teriakan panggilan dari penjual es bahwa anaknya terkena tembakan. Seketika ke depan, melihat darah sudah menetes dari dada kanan. Korban sudah tidak ada suara lagi.

"Saya sempat bertanya kepada pelaku, apa yang kau lakukan terhadap anak saya dan dia menjawab hanya main gila. Dalam suasana panik, ia langsung melarikan anaknya ke rumag sakit Karitas Weetabula. Setelah diperiksa dokter, tidak lama kemudian dikter sampaikan sudah meninggal dunia," ujarnya. 

Saat dibawa anaknya ke rumah sakit, pelaku juga ikut sampai rumah sakit. Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Loura.

Ia menambahkan anaknya saat ini adalah  mahasiswa semester akhir di Unmaris Sumba. (pet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved