Minggu, 17 Mei 2026

NTT Terkini 

Melki Ubah Arah Ekonomi NTT, Produk Lokal Tak Lagi Dijual Mentah

Meski demikian, ia menilai masyarakat NTT tetap menunjukkan daya juang yang tinggi dalam menjaga produktivitas ekonomi.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
SAMBUTAN - Gubernur NTT Melki Laka Lena ketika menyampaikan sambutan dalam pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN NTT di Auditorium Undana. Dalam kesempatan itu, Melki turut memaparkan strategi Pemerintah di NTT agar produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan komitmennya mengubah arah pembangunan ekonomi daerah
  • Produk lokal tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.
  • Pemprov NTT juga mendorong pengembangan UMKM, koperasi dan program NTT Mart sebagai jalur distribusi produk lokal masyarakat.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan seluruh kader PAN harus mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan  komitmennya mengubah arah pembangunan ekonomi daerah melalui strategi hilirisasi berbasis masyarakat agar produk lokal tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.

Dihadapan Menko Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Melki memaparkan strategi Pemprov NTT agar produk lokal memiliki nilai jual lebih tinggi. 

Mantan Anggota DPR RI itu menjelaskan Pemerintah Provinsi NTT kini menggeser pola ekonomi lama yang hanya berfokus pada produksi dan penjualan bahan mentah menuju sistem hilirisasi yang mampu menciptakan nilai tambah di daerah.

“Kalau dulu pola lama hanya tanam, panen dan jual, sekarang kami ubah menjadi tanam, panen, kemas, olah baru jual sehingga hasil nilai tambah dari hilirisasi ini tetap di NTT,” kata Melki saat pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-NTT di Auditorium Undana, Jumat (15/5/2026).

Baca juga: Gubernur NTT Kukuhkan dan Serahkan SK Satgas Linmas NTT  di SoE

Menurutnya, strategi tersebut disiapkan untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa sekaligus memastikan keuntungan ekonomi masyarakat tidak terus mengalir keluar daerah. 

Karena itu, kata dia, Pemprov NTT juga mendorong pengembangan UMKM, koperasi dan program NTT Mart sebagai jalur distribusi produk lokal masyarakat.

“Saya dengan Pak Wakil Gubernur juga mendorong yang namanya NTT Mart untuk memastikan produksi masyarakat melalui UMKM bisa dipasarkan dengan baik ke masyarakat luas,” ujarnya.

Waketum DPP Golkar ini mengatakan penguatan hilirisasi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pangan, pertanian, perikanan dan usaha mikro masyarakat. Ia menilai NTT harus mulai menjadi pengendali nilai ekonomi atas hasil produksinya sendiri.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi distribusi, stabilitas harga, kelembagaan petani dan nilai tambah di daerah sendiri. Selama ini kita masih menjadi produsen bahan mentah, belum menjadi penentu utama nilai ekonomi hasil kita sendiri,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT, ujar dia, juga terus memperkuat program One Village One Product (OVOP) agar setiap desa memiliki produk unggulan yang dapat dipasarkan secara berkelanjutan.

Melki turut menyoroti tantangan geografis NTT, mulai dari keterbatasan air, kondisi kepulauan hingga distribusi barang.

Meski demikian, ia menilai masyarakat NTT tetap menunjukkan daya juang yang tinggi dalam menjaga produktivitas ekonomi.

“Kita melihat petani di lahan kering yang tetap menanam untuk masa depan keluarga, nelayan yang tetap melaut di tengah cuaca yang tidak menentu, serta mama-mama di pasar yang bekerja sejak pagi demi pendidikan anak-anak mereka. Inilah wajah NTT, ketangguhan dan kemandirian yang terus tumbuh,” ujarnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved