NTT Terkini
Bulog NTT Genjot Serapan Gabah dan Beras Lokal, Target 7.300 Ton Tahun 2026
Ia optimistis capaian tersebut masih bisa ditingkatkan hingga setengah dari target tahunan jika kondisi panen berjalan baik.
Ringkasan Berita:
- Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menggenjot serapan gabah dan beras lokal sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional
- Target pengadaan tahun 2026 untuk wilayah NTT mencapai sekitar 7.300 ton, baik dalam bentuk gabah maupun beras
- Bulog menghadapi tantangan dalam proses pengadaan, khususnya terkait kebiasaan petani di NTT yang lebih memilih menjual beras dibandingkan gabah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menggenjot serapan gabah dan beras lokal sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional.
Kepala Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menyebutkan target pengadaan tahun 2026 untuk wilayah NTT mencapai sekitar 7.300 ton, baik dalam bentuk gabah maupun beras.
“Secara nasional targetnya empat juta ton, dan NTT mendapat porsi sekitar 7.300 ton. Ini yang sedang kami kejar,” ujarnya.
Hingga saat ini, realisasi serapan telah mencapai hampir 2.000 ton setara beras. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring memasuki puncak musim panen pada April hingga Mei.
“Sekarang momentumnya sudah mulai panen, ini yang kami manfaatkan untuk meningkatkan serapan. Kami targetkan bisa mencapai 3.000 ton hingga akhir Mei,” jelasnya.
Ia optimistis capaian tersebut masih bisa ditingkatkan hingga setengah dari target tahunan jika kondisi panen berjalan baik.
Namun, Bulog menghadapi tantangan dalam proses pengadaan, khususnya terkait kebiasaan petani di NTT yang lebih memilih menjual beras dibandingkan gabah.
“Di NTT ini kebanyakan petani menjual beras, bukan gabah. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mendorong penjualan gabah,” ungkapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Bulog menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah di tingkat petani, dan Rp12.000 per kilogram untuk beras di gudang Bulog.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus meningkatkan minat menjual hasil panen kepada Bulog.
Baca juga: Bulog NTT Pastikan Stok Beras Aman, Jaga Ketahanan Pangan hingga Tiga Bulan ke Depan
Selain itu, Bulog juga mengoptimalkan penyerapan di daerah-daerah sentra produksi seperti Lembor di Manggarai Barat dan Kabupaten Kupang yang dinilai memiliki potensi pertanian cukup baik.
Arrahim menambahkan, peningkatan serapan tahun ini cukup signifikan dibandingkan awal tahun. Pada periode Januari hingga Maret, capaian serapan bulanan hanya berada di kisaran 5 hingga 7 persen.
Namun pada April, capaian meningkat drastis hingga sekitar 22 persen dari target. “Ini peningkatan yang sangat luar biasa, dan kami harapkan tren ini terus berlanjut,” katanya.
Bulog juga memastikan bahwa proses pengadaan dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pembelian gabah maupun beras, sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami fleksibel, kalau petani menjual gabah kami serap, kalau beras juga kami terima. Yang penting target pengadaan tercapai dan petani tetap terbantu,” ujarnya.
Dengan upaya tersebut, Bulog berharap dapat memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus mendukung stabilitas harga dan kesejahteraan petani di NTT. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| BERITA POPULER : Kemelut Kopdit Swasti Sari, Konflik di Adonara Timur, Kasus Penjualan Senpi |
|
|---|
| PLN Gelar Pesta Rakyat Gebyar Desaku Sebagai Kado Listrik Desa di TTS |
|
|---|
| Harga Pangan Naik, Pengamat Nilai Sistem Pangan NTT Belum Siap Hadapi Tekanan Global |
|
|---|
| Bulog NTT Pastikan Stok Beras Aman, Jaga Ketahanan Pangan hingga Tiga Bulan ke Depan |
|
|---|
| Diwarnai Protes, Pelantikan Pengurus dan Pengawas Kopdit Swasti Sari di Kupang Alot |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-Perum-Bulog-Kanwil-NTT-Arrahim-K-Kanam-123.jpg)