NTT Terkini
Pengembangan Geothermal di Flores, Begini Penjelasan Pemprov NTT
Energi yang dimaksud seperti arus laut Gonzalo di Kabupaten Flores Timur, dan arus laut di Manggarai Barat.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Edi Hayong
Ringkasan Berita:
- Pengembangan geothermal yang dilakukan di Pulau Flores hingga kini terus dilakukan
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memberi penjelasan pentingnya potensi energi tersebut
- Energi yang dimaksud seperti arus laut Gonzalo di Kabupaten Flores Timur, dan arus laut di Manggarai Barat
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Pengembangan geothermal yang dilakukan di Pulau Flores hingga kini terus dilakukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT memberi penjelasan pentingnya potensi energi tersebut.
Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek mengatakan, salah satu krisis energi saat ini salah satunya dipicu oleh perang. Apalagi, dunia memiliki ketergantungan bahan bakar fosil.
"NTT punya potensi energi baru terbarukan yang luar biasa besar," kata Viktor, Sabtu (25/4/2026).
Energi yang dimaksud seperti arus laut Gonzalo di Kabupaten Flores Timur, dan arus laut di Manggarai Barat. Energi matahari di Sumba dan Timor. Potensi lainnya seperti angin hingga air. Termasuk panas bumi atau geothermal.
Baca juga: PLN Tegaskan Pengembangan Geothermal Berbasis Ilmiah, Akademisi Pastikan Manifestasi Alamiah
Bahkan, Pulau Flores disebut sebagai wilayah dengan panas bumi melimpah. Viktor menyebut, sedang dalam perencanaan pengembangan geothermal juga di Lembata dan Alor.
"Potensi kita sudah punya dari dulu. Tapi kenapa bahwa momentumnya baru sekarang. Karena dengan kondisi seperti saat ini kita mencari semua peluang kita punya dan kemudian kita menjadi ruang untuk mengumpulkan energi dan menjadi kemandirian energi," ujarnya.
Viktor memahami adanya pro kontra di publik tentang hal ini. Pemerintah, kata dia, terus berupaya untuk melakukan konsolidasi dan memasifkan sosialisasi ke masyarakat agar semua orang memiliki pemahaman yang sama.
Pengembangan energi ini, menurut dia, memang masih terbilang baru di NTT atau pengembangan secara terbatas di beberapa tempat. Namun, di daerah lainnya pemanfaatan panas bumi dengan teknologi terbaru sangat membantu.
Baca juga: Dibalik Film Matahari dalam Tanah, Keinginan untuk Menjembatani Informasi Geothermal
"Kita akan terus melakukan sosialisasi supaya kita sama-sama paham. Bahwa ternyata energi panas bumi, geothermal kita miliki ini bisa dikelola secara baik, bermanfaat dan berkelanjutan," katanya.
Viktor mencontohkan, pemanfaatan geothermal di Dieng hingga Manado telah memberi dampak positif bagi masyarakat. Dalam pengelolaan energi ini, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan.
Pertama, ujar dia, perlu menyampaikan dan menggunakan teknologi yang paling baru. Kemudian, aspek lingkungan, peran para pihak, memberi kepastian untuk masyarakat agar ada jaminan. Selanjutnya ada penggunaan CSR bagi masyarakat sekitarnya serta keamanan yang cukup.
Menurut dia, sebuah investasi akan berjalan jika keamanan turut diperhatikan. Viktor memastikan edukasi dan penyampaian informasi secara menyeluruh diberikan untuk warga. Paling tidak, semua orang mengetahui adanya potensi bagus itu.
"Potensi yang ada dimanfaatkan secara baik, maka dia akan memberi manfaat," katanya.
Baca juga: Film Matahari Dalam Tanah Tentang Geothermal Diluncurkan, Apa Kata Jurnalis?
Viktor menjelaskan, kecemasan akan kesan lumpur lapindo adalah keliru. Sebab, itu merupakan tambang minyak gas dan berada pada sedimen lumpur lunak. Hasilnya, pada kedalaman tertentu memberi tekanan diatas 10 bar yang menyebabkan semburan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pengembangan-geothermal-yang-dilakukan-di-Pulau-Flores.jpg)