Kamis, 23 April 2026

Undana Kupang

Tim Undana Terima Pendanaan TFCCA untuk Program Bioprospeksi di NTT

Program TFCCA merupakan skema pendanaan yang bertujuan mendukung inisiatif konservasi, pengelolaan SDM.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO/UNDANA
Undana gelar FGD untuk program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act ( TFCCA ) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Universitas Nusa Cendana (Undana) menjadi salah satu dari 58 organisasi penerima pendanaan dalam program Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA) yang telah diluncurkan pada 27 Januari 2026. 

Program TFCCA merupakan skema pendanaan yang bertujuan mendukung inisiatif konservasi, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program berbasis lingkungan dan potensi lokal.

Baca juga: Undana Kupang Dapat Pendampingan Kemendiktisaintek Dalam Pengajuan Delapan Prodi Baru

Salah satu organisasi penerima pendanaan tersebut adalah Universitas Nusa Cendana, dengan tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Yuliana Salosso, S.Pi., M.P. Tim Undana mengangkat tema “Potensi Bioprospeksi dari Nusa Tenggara Timur”, yang berfokus pada pengembangan potensi sumber daya hayati pesisir dan laut sebagai dasar inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pasca penandatanganan kontrak pada 16 Maret 2026, kegiatan awal program telah mulai dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) awal pada 31 Maret 2026.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Perikanan Kelautan Kupang, BBKSDA NTT, serta pemerintah kabupaten di tiga wilayah lokasi kegiatan, yaitu Kabupaten Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Kabupaten Flores Timur melalui dinas terkait.

FGD awal ini juga melibatkan pemerintah desa dan mitra lokal, yaitu Desa Uiasa, Desa Lambakara, Desa Watokara, serta Yayasan Gerbang Alam Timur. Keterlibatan semua pihak menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan program ini, baik dari tingkat pemerintah daerah, desa, maupun lembaga pendamping masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan akan terjadi peningkatan kapasitas masyarakat desa pesisir di Nusa Tenggara Timur, sekaligus mendorong lahirnya inovasi teknologi baru di bidang bioprospeksi yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Potensi-potensi lokal dari desa pesisir diharapkan tidak hanya menjadi sumber konservasi, tetapi juga menjadi peluang pengembangan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam yang bertanggung jawab. (*/ian)

 

Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved