NTT Terkini
ASITA NTT Tolak Komodo Dikembangbiakan di Jepang
Agenda yang disebut diplomasi hijau itu telah diteken oleh pejabat pada dari Negara beberapa waktu lalu.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Ringkasan Berita:
- ASITA NTT menolak Komodo dikembangbiakan di Jepang
- Ketua ASITA NTT Oyan Kristian mengatakan, program pertukaran komodo dari Indonesia dan beberapa hewan dari Jepang belum terlihat penjelasan teknis
- ASITA NTT berharap, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kehutanan agar memperjelas program tersebut
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG –Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau ASITA Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak pengembangbiakan komodo di Jepang.
Adapun, Pemerintah Pusat lewat Kementrian Kehutanan (Kemenhut) melakukan kerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam peminjaman komodo.
Agenda yang disebut diplomasi hijau itu telah diteken oleh pejabat pada dari Negara beberapa waktu lalu.
Ketua ASITA NTT Oyan Kristian mengatakan, program pertukaran komodo dari Indonesia dan beberapa hewan dari Jepang belum terlihat penjelasan teknis.
Baca juga: Pelaku Pariwisata NTT Kecam Restu Kemenhut Pinjamkan Komodo ke Jepang
Hanya, berbagai sumber menyebut bahwa program itu untuk pengembangan biakan komodo di Jepang.
"Ini yang kita pertanyakan. Pengembang biakan ini untuk apa. Apakah dikembangbiakan semakin banyak lalu ditinggalkan di Jepang lalu dikirim kembali ke Indonesia atau gimana. Kita sebenarnya tidak setuju bilamana binatang endemik kita dikembangbiakan di tempat lain," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Bagian ini, menurut dia, menjadi pertanyaan. ASITA NTT khwatir pengembangbiakan komodo tidak pada habitatnya bakal memberi ruang lain.
Artinya, komodo tidak akan ada hanya pada satu tempat tetap ada juga daerah lain.
Alhasil, pengunjung tidak akan lagi datang ke pulau Flores, yang merupakan habitat alami komodo. ASITA NTT, ujar dia, bakal mempelajari maksud dibalik kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.
"Pada dasarnya kita tidak ingin keberadaan diganggu oleh program Pemerintah yang mungkin akan mengurangi kunjungan ke Taman Nasional Komodo. Dikembangbiakan di tempat lain, tentu saja dia banyak di mana-mana tidak hanya ada di TNK," katanya.
Oyan berkata, sebaiknya langkah agar komodo tidak punah dilakukan pengembangbiakan lansung di TNK. Jika ada penelitian tertentu di luar wilayah aslinya, harus diterapkan batasan yang jelas. Hal itu agar tidak 'replikasi' hewan purba serupa di daerah lain.
ASITA NTT berharap, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kehutanan agar memperjelas program tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Komodo-di-TNK.jpg)