Sabtu, 11 April 2026

Gempa di Flotim dan Lembata

Trauma Gempa, Warga Tidur Diluar Rumah Beralaskan Terpal dan Tikar

Warga mengaku belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Flores Timur, pasca warga mengalami dampak akibat diguncang gempa

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM
ROBOH - Rumah milik warga Desa Labelen, Ado M. Songge roboh akibat gempa magnitudo 4,7, Kamis, 9 April 2026 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM,LARANTUKA- Trauma gempa, Ratusan warga terdampak gempa di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berani masuk rumah, Kamis 9 April 2026.

Kini warga memilih tidur diluar rumah mereka masing-masing beralasan tikar dan terpal seadanya. Sejumlah anak kecil tampak tertidur dan dijaga orang tua mereka masing-masing. 

Di sepanjang jalan menuju Desa Terong dan Lamahala, sejumlah tenda darurat dibangun warga untuk bertahan ditengah kepanikan pasca gempa yang mengguncang wilayah itu. 

Amina Ateng, Warga Desa Terong, menuturkan, warga terpaksa tidur diluar rumah kerena masih trauma dengan gempa pada Rabu, 8 April 2026 malam, dan ditambah lagi dengan beberapa gempa susulan hingga Kamis petang. 

Baca juga: Data Sementara Rumah Rusak Berat Akibat Gempa di Desa Labelen Kecamatan Solor Timur 

Meski demikian, warga tetap waspada dan memilih tidur diluar rumah meski beralaskan tikar dan terpal seadanya. Warga sangat membutuhkan bantuan tikar, terpal dan selimut untuk anak-anak dan bayi balita. 

"Gempa susulan juga teralu dahsyat juga, kami memilih tidur di luar, masih trauma, ini karpet imi aja, baru tadi adik saya pergi ambil terpal di tempatnya rumah kaka di terong, bantuan. Terpal atau kasur, " Ujarnya. 

Warga mengaku belum ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Flores Timur, pasca warga mengalami dampak akibat diguncang gempa. (awk)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved