NTT Terkini
Biskuit Kelor La Moringa Disukai Anak-anak Penerima MBG
Persoalan stunting harus ditangani sejak fase paling awal kehidupan, yakni 1000 hari pertama kehidupan.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dari ujung Kota Kupang, tepatnya di Kecamatan Lasiana yang menjadi batas wilayah sebelum Kabupaten Kupang, semangat untuk menurunkan angka stunting kembali digaungkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Komitmen ini diwujudkan oleh La Moringa melalui program sosial bertajuk #LaMoringaBERBAGI.
Bekerja sama dengan Puskesmas Oesapa, kegiatan ini menyasar ibu hamil dan anak-anak di wilayah cakupan Posyandu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat setempat, Lurah Lasiana, serta jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Oesapa, menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, tenaga medis, dan pelaku usaha dalam menghadapi persoalan stunting.
Dalam kegiatan ini, La Moringa memberikan bantuan nyata berupa biskuit sehat berbahan dasar daun kelor, yang kaya akan nutrisi penting.
Tak hanya itu, edukasi gizi juga diberikan kepada para ibu hamil dan keluarga mengenai pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal untuk menunjang kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Founder La Moringa, dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS, yang juga merupakan praktisi dokter kandungan, menegaskan bahwa persoalan stunting harus ditangani sejak fase paling awal kehidupan, yakni 1000 hari pertama kehidupan - mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Fase 1000 hari pertama kehidupan adalah periode emas yang sangat menentukan. Di fase ini, dibutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan komprehensif untuk mencegah stunting. Sebagai dokter kandungan, saya melihat langsung bagaimana kualitas nutrisi ibu dan anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan La Moringa tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif melalui edukasi dan pemanfaatan potensi lokal. Salah satunya adalah daun kelor yang memiliki kandungan protein, vitamin, serta asam amino esensial yang sangat tinggi.
Menariknya, dalam implementasi di lapangan, anak-anak menunjukkan respons yang sangat positif terhadap biskuit berbahan dasar daun kelor.
Produk ini tidak hanya bergizi, tetapi juga disukai dari segi rasa, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau program intervensi gizi lainnya.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan La Moringa dalam mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Selama ini, La Moringa telah terlibat dalam berbagai inisiatif sosial dan kesehatan masyarakat sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan yang lebih sehat.
Melalui gerakan #LaMoringaBERBAGI, La Moringa menegaskan bahwa solusi terhadap stunting tidak hanya datang dari intervensi medis, tetapi juga dari edukasi, pemberdayaan, dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal.
Dari ujung kota hingga pelosok daerah, semangat perubahan itu terus hidup—membawa harapan bagi generasi yang lebih kuat dan bebas stunting.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/La-Moringa-melalui-program-bertajuk-LaMoringaBERBAGI-memberikan.jpg)