NTT Terkini
Pemerintah Optimalkan GTRA untuk Cegah Ketimpangan Penguasaan Tanah
GTRA menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan Reforma Agraria yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penataan akses
Ringkasan Berita:
- Pemerintah terus mengoptimalkan peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagai upaya mencegah ketimpangan penguasaan tanah
- GTRA menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan Reforma Agraria yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penataan akses bagi masyarakat
- GTRA dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pemerintah terus mengoptimalkan peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagai upaya mencegah ketimpangan penguasaan tanah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanahan.
Berdasarkan rilis yang diterima POS-KUPANG.COM dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026), GTRA menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan Reforma Agraria yang tidak hanya berfokus pada penataan aset, tetapi juga penataan akses bagi masyarakat.
GTRA dibentuk sebagai wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Peran strategisnya terletak pada kemampuan mengoordinasikan program penataan aset dan akses secara terpadu di berbagai wilayah.
Penataan aset seperti redistribusi tanah dan legalisasi kepemilikan menjadi langkah awal dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Namun demikian, tanpa diiringi penataan akses, manfaat ekonomi dari kepemilikan tanah belum dapat dirasakan secara maksimal.
Melalui penataan akses, masyarakat didorong untuk memanfaatkan tanah secara produktif dan berkelanjutan. Dukungan yang diberikan mencakup akses permodalan, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga kemudahan pemasaran hasil produksi.
Dengan pendekatan ini, tanah yang dimiliki masyarakat tidak hanya menjadi aset statis, tetapi mampu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan dan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Dalam implementasinya, GTRA juga berperan mengidentifikasi potensi wilayah dan memetakan kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan tepat sasaran.
Pada sektor pertanian, misalnya, GTRA dapat menghubungkan masyarakat dengan instansi terkait untuk mendapatkan bantuan bibit, pelatihan pertanian modern, hingga akses pasar.
Baca juga: Tanah Negara Berubah Status, Kelompok Peduli Aset Negara Demo di Kantor Pertanahan Manggarai Barat
Selain itu, optimalisasi penataan akses dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya ketimpangan penguasaan tanah.
Tanah yang telah didistribusikan diharapkan tidak kembali berpindah tangan secara tidak terkendali, melainkan tetap dikelola secara produktif oleh masyarakat penerima manfaat.
Di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur, peran GTRA terus diperkuat guna menjawab tantangan pembangunan berbasis agraria. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Reforma Agraria.
Ke depan, pemerintah berharap optimalisasi GTRA dan penguatan penataan akses dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Reforma Agraria pun tidak hanya dimaknai sebagai pembagian tanah, tetapi juga sebagai fondasi dalam menciptakan kehidupan yang lebih adil dan berkelanjutan. (uan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
NTT Terkini
Gugus Tugas Reforma Agraria
GTRA
Badan Pertanahan Nasional
BPN
Reforma Agraria
POS-KUPANG.COM
| BERITA POPULER : Lakalantas di TTU, RAT Kopdit Swasti Sari Ricuh, Siswi SMP Bermimpi Masuk Timnas |
|
|---|
| DPD KAI NTT Resmi Miliki Nahkoda Baru, Pemprov NTT Minta Kedepankan Kejujuran |
|
|---|
| Hadiri Musda KAI NTT, Ketum Siti Jamila Lubis Minta Penguatan Soliditas Advokat |
|
|---|
| FKIP UCB Meriahkan Hari Pendidikan Nasional di CFD El Tari dengan Tenun Ikat Khas NTT |
|
|---|
| Wagub NTT Beri Apresiasi Karya Siswa SMK dan Dorong Jadi Peluang Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Penelitian-lapangan-kegiatan-Redistribusi-Tanah-Obyek-Reforma-Agraria.jpg)