TTU Terkini
13 Jembatan Garuda Bakal Dibangun di Wilayah Korem 161/Wira Sakti
Sebanyak 13 Jembatan Garuda bakal dibangun di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Danrem 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono mengatakan, sebanyak 13 Jembatan Garuda bakal dibangun di wilayah teritorial Korem 161/Wira Sakti. Anggaran pembangunan jembatan tersebut bersumber dari Presiden RI melalui TNI AD.
13 unit Jembatan Garuda ini dibangun di beberapa wilayah komando distrik militer di wilayah Korem 161/Wira Sakti. Beberapa kodim tidak menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.
"Kebetulan di wilayah Korem 161/Wira Sakti ini hanya dibangun jembatan perintis dengan jembatan beton," ungkapnya, Senin, 30 Maret 2026 usai melakukan seremoni peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Garuda.
Sebanyak 13 Jembatan Perintis Garuda ini dibangun di Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Ngada.
Rencananya, kata Brigjen TNI Hendro, pembangunan jembatan gantung ini dilaksanakan dalam kurun waktu 30 hari. Jembatan tersebut diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Berdasarkan testimoni masyarakat, lanjutnya, selama 80 tahun lebih masyarakat setempat bertaruh nyawa melintasi Kali Noemuti untuk aktivitas di bidang pertanian, perekonomian, pendidikan maupun kegiatan sosial lainnya.
Baca juga: Kodim 1605/Belu Bangun Jembatan Garuda Perlancar Mobilitas Warga Dua Kelurahan
Sementara itu, Siswi Kelas XII SMA Katolik Santo Gabriel Noemuti, Benedikta Kosat menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI melalui, Kasad TNI, Pangdam IX/Udayana, Korem 161/Wira Sakti dan Dandim 1618/TTU yang telah menetapkan Desa Kiuola menjadi sasaran pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, jembatan ini merajut kembali harapan mereka untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tanpa dihantui rasa takut.
Selama ini, siswa-siswi yang berdomisili di Dusun II dan Dusun III, Desa Kiuola biasanya pergi ke sekolah dengan berjalan kaki menyeberang Kali Noemuti.
Biasanya mereka tidak kesulitan menyeberang karena air hanya setinggi betis orang dewasa.
Pada musim hujan siswa-siswi di Dusun II dan Dusun III mengalami kendala utama yakni banjir. Apabila banjir hanya setinggi lutut pelajar, mereka bisa menyeberang kali.
Nyaris setiap hari mereka tidak pergi ke sekolah pada musim hujan apabila banjir melebihi lutut remaja.
Demi menyeberangi kali itu, mereka terpaksa melepas sepatu dan memakainya kembali untuk melanjutkan perjalanan ke sekolah. (bbr)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Mantan Aparat Desa Oetulu Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa |
|
|---|
| Dorong Pelestarian Tanaman Cendana, Dosen Unimor Gelar Penelitian di Hutan Banamlaat TTU |
|
|---|
| Plt Kadis PMD Sebut 177 Desa di Kabupaten TTU Sukses Posting APBDes Tahun Anggaran 2026 |
|
|---|
| PH Korban Pencurian Sapi Sebut Penahanan Tersangka Perintah Undang-undang |
|
|---|
| Polisi Tahap II Kasus Dugaan Penganiayaan dengan Sajam di Desa Bestobe, Kabupaten TTU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Danrem-161Wira-Sakti-Kupang-Letakkan-Batu-Pertama-Jembatan-Garuda.jpg)